Tepung Biji Kluwih Berpotensi Jadi Bahan Makanan Bergizi untuk Bayi

Chairunnisya • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:45 WIB
Kluwih (RADAR JOGJA/JAWAPOS GRUP)
Kluwih (RADAR JOGJA/JAWAPOS GRUP)

PONTIANAK POST - Buah kluwih selama ini lebih akrab diolah menjadi sayur lodeh atau hidangan rumahan. Padahal, penelitian menunjukkan tanaman ini memiliki potensi lebih luas sebagai bahan pangan bergizi, terutama melalui pemanfaatan bijinya.

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil, MS, menjelaskan bahwa berbagai penelitian telah mengembangkan daging buah maupun biji kluwih menjadi aneka produk pangan bernilai gizi.

Biji Kluwih Diolah Menjadi Beragam Produk Pangan

Baca Juga: Tak Hanya Sayur Lodeh, Buah Kluwih Kaya Protein dan Mineral Penting

Prof. Mangestuti mengungkapkan, peneliti di Trinidad pada 2021 mengulas pemanfaatan daging dan biji kluwih sebagai bahan pangan.

Di Kepulauan Karibia, campuran daging buah matang, biji yang belum masak, santan, dan daging diolah menjadi hidangan kare yang disantap bersama nasi atau roti.

Sementara itu, biji kluwih yang telah matang dapat direbus selama 30–40 menit dengan tambahan garam sehingga menjadi camilan yang banyak dikonsumsi di kawasan Karibia dan Afrika.

Baca Juga: Penelitian Ungkap Daun Kelor Berpotensi Membantu Ibu Menyusui Produksi ASI Lebih Optimal

Selain direbus, biji kluwih juga dapat dipanggang, diolah menjadi mentega, pasta, maupun minyak.

Tepung Biji Kluwih Berpeluang Dipakai untuk Makanan Bayi

Menurut Prof. Mangestuti, pasta dari biji kluwih bahkan dinilai cocok dicampurkan dalam formulasi makanan bayi untuk meningkatkan nilai gizinya.

Berbagai penelitian juga terus mengeksplorasi peluang pemanfaatan tepung biji kluwih sebagai sumber protein berkualitas tinggi dalam produk pangan.

Baca Juga: STIKes Panca Bhakti Kembangkan Olahan Sukun dan Betok di Desa Sungai Ambangah

Di Filipina, kombinasi olahan daging buah kluwih dan daging sapi pernah dikembangkan menjadi bakso yang mampu bertahan hingga dua minggu tanpa pengawet.

Penelitian lain menguji penggunaan tepung biji kluwih sebagai bahan pembuatan kue cokelat. Hasilnya menunjukkan produk tersebut memiliki kandungan gizi yang cukup untuk membantu menghindari kekurangan nutrisi dan dinyatakan aman.

Selain itu, campuran tepung buah sukun, tepung buah kluwih, dan tepung gandum juga telah digunakan dalam pembuatan roti. Produk yang dihasilkan memiliki warna, aroma, dan rasa yang dapat diterima.

Prof. Mangestuti menjelaskan bahwa penelitian mengenai perbandingan komposisi tepung masih terus dilakukan untuk memperoleh produk dengan kandungan protein, kalsium, zat besi, dan lemak yang sesuai bagi kebutuhan sel tubuh.

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa kluwih tidak hanya bernilai sebagai bahan masakan tradisional, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bergizi di masa depan. (*) 

Editor : Chairunnisya
Prof Mangestuti Agil buah kluwih tepung biji kluwih makanan bayi Pangan Bergizi