PONTIANAK POST - Semakin banyak masyarakat mengenal goji berry sebagai salah satu buah yang kaya nutrisi.
Di balik ukurannya yang kecil, buah berwarna merah jingga ini ternyata telah lama digunakan sebagai bahan pangan sekaligus bagian dari pengobatan tradisional di berbagai negara.
Dilansir dari Jawapos,Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa berbagai penelitian modern mulai mengungkap kompleksitas kandungan goji berry.
Baca Juga: Tips Menanam Stroberi di Dataran Rendah agar Tetap Berbuah
Sinergi berbagai zat di dalamnya membuat buah ini memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.
Berasal dari Dua Spesies yang Berkerabat Dekat
Goji berry diduga berasal dari dua spesies yang sangat berkerabat, yakni Lycium barbarum L. dan Lycium chinense dari suku Solanaceae.
Tanaman tersebut berasal dari kawasan Eropa Tenggara dan Asia Barat Daya. Kini penyebarannya telah meluas ke berbagai wilayah beriklim hangat seperti Mediterania, Asia Tengah, hingga Eropa Barat Daya.
Baca Juga: Pameran Flora dan Fauna Pontianak Jadi Etalase Buah Khas Kalbar, Edi: Dongkrak Ekonomi Lokal
Sementara itu, Lycium chinense diketahui berasal dari Tiongkok, Taiwan, dan Jepang.
Goji berry juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti wolfberry, Chinese Boxthorn, dan ouqizi di Tiongkok.
Tanaman ini berbentuk semak dengan buah berwarna merah jingga. Rasanya merupakan perpaduan manis dan asam yang menyerupai jeruk lemon.
Digunakan Sejak Lebih dari 2.000 Tahun
Baca Juga: Minum Air Lemon Setiap Pagi Mulai Besok dan Rasakan Khasiatnya untuk Kesehatan
Catatan sejarah menunjukkan bahwa goji berry telah dimanfaatkan dalam sistem pengobatan tradisional Tiongkok selama lebih dari 2.000 tahun.
Kala itu, buah ini digunakan sebagai mild Yin tonics, yaitu untuk membantu menjaga keseimbangan Yin-Yang sehingga kesehatan tubuh tetap terpelihara.
Sejak zaman dahulu, goji berry dikonsumsi dalam berbagai bentuk. Mulai dari buah segar, buah kering, jus, hingga minuman beralkohol.
Dalam dunia kuliner, buah kering biasanya dimasak terlebih dahulu sebagai campuran sup khas Tiongkok, dimasak bersama daging, maupun diolah menjadi hidangan vegetarian.
Baca Juga: Turunkan Kolesterol dengan Air Rendaman Lemon, Begini Cara Membuatnya
Sebagian masyarakat juga mengonsumsinya sebagai teh herbal.
Industri Pangan Mulai Melirik Goji Berry
Budidaya goji berry yang berkembang luas di Tiongkok dan sejumlah negara Eropa turut menarik perhatian industri pangan.
Buah ini mulai dimanfaatkan sebagai bahan berbagai produk olahan, seperti es krim, saus, selai, roti, bir, hingga suplemen makanan.
Baca Juga: Peneliti Mulai Melirik Potensi Kulit Buah Kluwih yang Selama Ini Terbuang
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa goji berry tidak hanya dikenal sebagai tanaman tradisional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang terus berkembang berkat karakter rasa dan kandungan nutrisinya.
Riset Modern Mengungkap Kandungan Goji Berry
Menurut Prof Mangestuti Agil, kemajuan teknologi penelitian membantu menjelaskan kompleksitas kandungan goji berry yang sebelumnya hanya dikenal melalui pengalaman penggunaan secara turun-temurun.
Baca Juga: Ternyata Buah Durian Menyimpan Pelajaran Hidup yang Jarang Disadari, Ini Maknanya
Berbagai senyawa yang terkandung di dalamnya bekerja secara sinergis sehingga menghasilkan aktivitas antioksidan yang tinggi.
Temuan tersebut menjadi dasar semakin banyaknya penelitian yang mengkaji manfaat goji berry dalam bidang pangan maupun kesehatan. (*)
Editor : Chairunnisya