PONTIANAK POST - Semakin banyak penelitian mengungkap bahwa goji berry bukan hanya dikenal karena kandungan antioksidannya.
Buah berwarna merah jingga ini juga memiliki komposisi nutrisi yang cukup lengkap sehingga menarik perhatian peneliti maupun industri pangan.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa berbagai studi modern menunjukkan goji berry mengandung beragam vitamin, mineral, serat, hingga asam amino yang berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh.
Baca Juga: Goji Berry Mulai Dikenal, Buah Kaya Antioksidan dengan Sejarah Ribuan Tahun
Kaya Serat, Vitamin, dan Mineral
Dalam ulasan peneliti Serbia pada 2022, warna dan cita rasa goji berry menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen.
Rasa khas tersebut terbentuk dari kombinasi glukosa, sukrosa, fruktosa, asam organik, serta berbagai zat fitokimia.
Kombinasi tersebut juga membuat goji berry banyak dimanfaatkan untuk memperkaya cita rasa berbagai produk makanan sehingga memberikan sensasi yang lebih segar.
Baca Juga: Manfaat Buah Stroberi bagi Kesehatan Tubuh
Selain itu, goji berry mengandung berbagai nutrisi penting, antara lain serat, vitamin C, kalium, tembaga, mangan, zat besi, dan zinc.
Buah ini juga mengandung sejumlah asam lemak utama, seperti asam linoleat, palmitat, dan stearat.
Mengandung Asam Amino yang Beragam
Tak hanya vitamin dan mineral, goji berry juga memiliki kandungan asam amino yang cukup beragam.
Baca Juga: Tips Menanam Stroberi di Dataran Rendah agar Tetap Berbuah
Prof Mangestuti Agil menjelaskan bahwa kandungan asam amino terbanyak terdiri atas prolin dan serin. Sementara itu, sekitar 30 persen dari total asam amino bebas merupakan asam amino esensial.
Selain itu terdapat pula beberapa asam amino nonprotein, seperti aminobutyric acid, hydroxyproline, dan citrulline, yang memiliki fungsi metabolik spesifik.
Meski demikian, konsumsi goji berry tetap dianjurkan secara moderat agar kadar gula darah tidak meningkat.
Menarik Perhatian Industri Pangan
Komposisi nutrisi yang dimiliki goji berry membuat industri pangan mulai mengembangkan berbagai produk berbahan buah tersebut.
Baca Juga: Teliti Buah Gayam untuk Obat Antidiabetes, Dua Pelajar Raih Emas ISPO 2026
Berbagai percobaan menunjukkan ekstrak goji berry yang dicampurkan ke dalam yoghurt maupun keju mampu meningkatkan kadar total fenol serta aktivitas antioksidan produk.
Pada yoghurt, penambahan ekstrak goji berry juga dilaporkan mampu memperbaiki viabilitas bakteri selama penyimpanan.
Sementara itu, pada produk keju, penambahan ekstrak buah tersebut terdeteksi menyebabkan penurunan aktivitas enzim yang memicu kontraksi pembuluh darah sehingga tekanan darah tidak meningkat.
Baca Juga: Tren Kembali ke Alam Dorong Masyarakat Memilih Herbal Tradisional
Berpotensi Menjadi Pangan Fungsional
Menurut Prof Mangestuti Agil, hasil berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa goji berry memiliki potensi besar sebagai bahan pangan fungsional.
Selain memberikan cita rasa yang khas, buah ini juga memperkaya kandungan nutrisi pada produk olahan.
Karena itu, goji berry semakin banyak dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai produk pangan modern, mulai dari produk susu hingga makanan olahan lainnya, seiring meningkatnya perhatian terhadap pangan yang tidak hanya lezat tetapi juga bernilai gizi. (*)
Editor : Chairunnisya