Riset Ungkap Kulit Rambutan Kaya Antioksidan untuk Melawan Proses Penuaan

Chairunnisya • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:12 WIB
Rambutan (DOK JAWAPOS)
Rambutan (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Selama ini kulit rambutan biasanya berakhir sebagai limbah setelah buah dikonsumsi.

Namun, perkembangan penelitian menunjukkan bahwa bagian luar buah tersebut menyimpan kandungan alami yang berpotensi dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan kulit.

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil MS, menyatakan kulit rambutan memiliki kandungan senyawa antioksidan yang menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.

Baca Juga: Manfaat Biji Rambutan Mulai Diungkap, Kaya Protein hingga Berpotensi Antidiabetes

Kulit Rambutan Kaya Senyawa Antioksidan

Kulit rambutan diketahui mengandung zat antioksidan dalam kadar tinggi, terutama senyawa polifenol seperti ellagic acid, geraniin, dan corilagin.

Kandungan tersebut membuka peluang pemanfaatan kulit rambutan untuk kesehatan kulit, khususnya sebagai bahan kosmetika perawatan.

Bagi masyarakat lanjut usia, pemeliharaan kesehatan kulit menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan rasa percaya diri yang secara tidak langsung dapat mendukung kesehatan secara umum.

Baca Juga: Meski Kurang Banyak, Panen Rambutan di Desa Tengguli Tetap Menguntungkan Berkat Harga Tinggi

Berpotensi Menghambat Tanda Penuaan Kulit

Penelitian yang dilakukan peneliti Thailand pada 2023 mengkaji potensi ekstrak dari berbagai bagian tanaman rambutan, termasuk cabang, daun, kulit buah, dan biji buah masak jenis Pink rambutan yang berasal dari Thailand.

Melalui proses ekstraksi dengan berbagai pelarut, ditemukan kandungan senyawa golongan flavonoid, fenolik, dan kuersetin.

Senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antiaging dan antioksidatif yang kuat.

Baca Juga: Panen Raya Perlu Solusi, Harga Rambutan Anjlok Saat Buah Melimpah

Dalam penelitian tersebut, kadar fenol dan flavonoid total, kuersetin, serta tanin pada ekstrak rambutan menunjukkan kemampuan menghambat aktivitas tyrosinase dan melanogenesis secara in vitro.

Membantu Mengendalikan Hiperpigmentasi

Penghambatan aktivitas tyrosinase dan melanogenesis menyebabkan pembentukan melanin menurun sehingga berpotensi membantu mengendalikan hiperpigmentasi.

Hiperpigmentasi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan munculnya tanda penuaan serta gangguan pada kulit.

Selain warna kulit, faktor lain yang perlu diperhatikan dalam proses penuaan adalah kerusakan kolagen.

Baca Juga: Dosen Poltesa Berikan Pendampingan Petani cara Olah Buah Rambutan jadi Produk Pangan

Berkurangnya kolagen dapat menyebabkan kulit kehilangan elastisitas dan ketahanan sehingga tanda penuaan semakin mudah terlihat.

Antioksidan Rambutan Berperan Melindungi Kolagen

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rambutan yang dibuat melalui proses perendaman mampu memacu pembentukan kolagen lebih kuat.

Hal tersebut berkaitan dengan peran antioksidan dalam menghambat pembentukan radikal bebas yang dapat merusak jaringan ikat, termasuk kolagen.

Baca Juga: Nekat! Demi Suami di Tahanan, Istri Sembunyikan Sabu dalam Rambutan

Dengan demikian, efek antiaging dari ekstrak rambutan terutama berkaitan dengan kerja kandungan zat fito fenolik, flavonoid, dan kuersetin sebagai antioksidan.

Melalui hasil penelitian tersebut, kulit rambutan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bahan alami bernilai tambah, terutama dalam inovasi produk perawatan kulit. (*) 

Editor : Chairunnisya
kulit rambutan antiaging alami antioksidan rambutan kosmetik alami kesehatan kulit