PONTIANAK POST - Kedelai selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati yang banyak diolah menjadi tempe, tahu, maupun susu kedelai.
Namun, di balik kandungan proteinnya, terdapat senyawa alami yang menjadi perhatian para peneliti, yakni isoflavon.
Senyawa ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan wanita, terutama ketika memasuki masa menopause.
Baca Juga: Natto dan Miso Produk Fermentasi Kedelai yang Banyak Diteliti
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil, MS, menjelaskan bahwa salah satu keistimewaan kedelai adalah kandungan isoflavon yang termasuk golongan fitoestrogen.
Fitoestrogen, Senyawa Alami yang Menyerupai Hormon Estrogen
Isoflavon merupakan fitoestrogen, yaitu senyawa dari tumbuhan yang memiliki fungsi menyerupai hormon estrogen pada manusia, meski kekuatannya lebih lemah.
Baca Juga: Fermentasi Kedelai Ternyata Tingkatkan Penyerapan Protein dan Senyawa Bioaktif
Dua jenis isoflavon kedelai yang paling banyak dikenal adalah genistein dan daidzein.
Menurut ulasan peneliti Amerika (2000), fitoestrogen dapat berikatan dengan reseptor hormon estrogen sehingga mampu menimbulkan efek yang menyerupai hormon tersebut.
Fungsi estrogen sendiri berkaitan dengan berbagai sistem di dalam tubuh, mulai dari sistem reproduksi, jantung dan pembuluh darah, fungsi otak, hingga sistem pencernaan.
Baca Juga: Fakta Menarik Kedelai, Sumber Protein Lengkap yang Mendunia Sejak Zaman Kuno
Berpotensi Membantu Mengendalikan Gejala Menopause
Prof. Mangestuti Agil menjelaskan bahwa konsumsi isoflavon secara teratur ditengarai dapat membantu mengantisipasi fluktuasi maupun penurunan pembentukan hormon estrogen yang terjadi sebelum, saat, maupun setelah menopause.
Kondisi tersebut memberikan dugaan bahwa isoflavon dapat membantu mengendalikan sejumlah gejala menopause yang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gejala yang disebutkan antara lain hot flash atau sensasi panas dari dalam tubuh; keringat dingin;
sulit berkonsentrasi; dan gangguan tidur.
Menjaga Kesehatan Tulang
Penurunan kadar hormon estrogen juga erat kaitannya dengan meningkatnya risiko pengeroposan tulang.
Karena itu, keberadaan fitoestrogen dalam kedelai menjadi salah satu aspek yang banyak mendapat perhatian dalam berbagai penelitian mengenai kesehatan wanita.
Baca Juga: Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg, Pengrajin Tempe Diharapkan Tetap Bertahan
Menurut Prof. Mangestuti Agil, konsumsi isoflavon secara teratur ditengarai dapat berkontribusi dalam membantu menjaga kesehatan wanita yang memasuki masa menopause.
Kedelai Menawarkan Lebih dari Sekadar Protein
Selain mengandung protein lengkap, vitamin, mineral, dan antioksidan, kedelai juga memiliki senyawa bioaktif berupa isoflavon yang menjadi salah satu keunggulan tanaman ini.
Berbagai penelitian terus dilakukan untuk memahami manfaat fitoestrogen terhadap kesehatan manusia, khususnya pada wanita yang mengalami perubahan hormon akibat bertambahnya usia.
Melalui kandungan tersebut, kedelai tidak hanya dikenal sebagai bahan pangan bergizi, tetapi juga menjadi salah satu tanaman yang terus menarik perhatian dunia ilmiah karena potensi manfaat kesehatannya. (*)
Editor : Chairunnisya