PONTIANAK POST - Tanaman obat telah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional masyarakat Indonesia.
Di tengah berkembangnya penelitian ilmiah terhadap berbagai tanaman herbal, daun ungu menjadi salah satu yang terus menarik perhatian.
Tidak hanya dikenal secara turun-temurun sebagai obat wasir, tanaman ini kini mulai dibuktikan manfaatnya melalui berbagai penelitian yang dilakukan ilmuwan Indonesia.
Baca Juga: Waspada! Bahaya Wasir yang Sering Dianggap Remeh, SImak Cara Mengatasinya dengan Tepat
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa hasil studi ilmiah para peneliti Indonesia menunjukkan daun ungu memiliki manfaat penting untuk membantu mengatasi wasir.
Selain itu, berbagai penelitian juga mulai membahas potensi tanaman ini pada bidang kesehatan lainnya.
Herbal yang Sudah Lama Digunakan Masyarakat
Daun ungu memiliki banyak nama di berbagai daerah. Tanaman ini dikenal sebagai daun wungu, handeuleum (Sunda), dangora (Ambon), kabi-kabi (Ternate), demung, tulak, maupun daun temen-temen.
Tanaman dengan nama ilmiah Graptophyllum pictum dari keluarga Acanthaceae tersebut berasal dari Papua Nugini dan kini telah tersebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Selain memiliki daun berwarna merah gelap, terdapat pula varietas variegata yang mempunyai perpaduan warna putih dan hijau.
Baca Juga: Wasir Sembuh Tanpa Ribet: Coba Cara Alami Ini
Tinggi tanaman dapat mencapai dua meter dengan daun berukuran sekitar 25 x 11 sentimeter yang permukaannya mengilap.
Bunganya berwarna merah keunguan, sedangkan buahnya berwarna merah kecokelatan. Bagian tanaman yang dimanfaatkan meliputi daun, bunga, dan buah.
Mulai Diteliti Secara Ilmiah Sejak 2015
Menurut Prof Mangestuti Agil, pemanfaatan daun ungu sebagai obat tradisional wasir telah berlangsung secara turun-temurun di Indonesia.
Khasiat tersebut kemudian menarik perhatian para peneliti Indonesia untuk membuktikannya melalui penelitian ilmiah sejak 2015.
Manfaat tersebut dikaitkan dengan penggunaan daun dan bunga secara tradisional sebagai emolien, antioksidan, dan antiradang.
Baca Juga: Ambeien Bisa Sembuh Tanpa Operasi Jika Gaya Hidup Diperbaiki
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mempelajari pengaruh pemberian ekstrak daun ungu melalui pengamatan terhadap pembengkakan pada daerah anus.
Percobaan dilakukan pada tikus jantan yang dibuat mengalami luka menyerupai wasir di daerah anus.
Pada hari terakhir penelitian, dilakukan pengambilan darah serta penimbangan jaringan anus guna melihat perubahan yang terjadi setelah pemberian ekstrak daun ungu.
Baca Juga: Dokter Ungkap Bahaya Main HP Saat BAB Bisa Picu Ambeien dan Gangguan Cerna
Pembengkakan Berkurang pada Hewan Percobaan
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan pembengkakan pada daerah wasir dibandingkan kelompok kontrol tikus.
Selain itu, jumlah sel darah putih di daerah wasir juga mengalami penurunan.
Menurut Prof Mangestuti Agil, hasil tersebut sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan adanya efek antiradang dari ekstrak daun ungu pada tikus.
Baca Juga: Ini Kelompok Herbal Yang Mendukung Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Alami
Efek tersebut diduga terjadi melalui penghambatan mobilisasi faktor-faktor yang memicu proses peradangan sehingga pembengkakan dapat berkurang.
Temuan ini semakin memperkuat pemanfaatan daun ungu sebagai tanaman herbal yang sejak lama digunakan masyarakat untuk membantu mengatasi wasir.
Tidak Hanya Wasir
Prof Mangestuti Agil juga menguraikan bahwa berbagai manfaat daun ungu telah dicatat dalam ulasan para peneliti Indonesia, termasuk yang disebutkan dalam Manuskrip Herbarium Amboinense (2021).
Tanaman ini dilaporkan digunakan untuk membantu mengatasi bengkak dan bisul pada payudara, misalnya yang biasa dialami ibu menyusui.
Di Kuba, daun ungu juga tercatat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi pembengkakan serta penyembuhan berbagai jenis luka di permukaan kulit.
Sementara itu, di Indonesia terdapat catatan pemanfaatannya untuk membantu mengatasi pembengkakan tonsil serta sebagai antirematik.
Baca Juga: Tren Kembali ke Alam Dorong Masyarakat Memilih Herbal Tradisional
Masih Membutuhkan Penelitian Lanjutan
Meski hasil penelitian menunjukkan potensi yang menjanjikan, Prof Mangestuti Agil menegaskan bahwa penelitian mengenai daun ungu masih terus berkembang.
Berbagai studi yang telah dilakukan menjadi dasar ilmiah penting dalam memahami manfaat tanaman ini, khususnya sebagai herbal yang berpotensi membantu mengatasi wasir melalui mekanisme antiradang.
Seiring bertambahnya penelitian, pemanfaatan daun ungu diharapkan semakin memiliki dasar ilmiah yang kuat sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan obat berbasis bahan alam di Indonesia. (*)
Editor : Chairunnisya