PONTIANAK POST - Gangguan fungsi ginjal menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari penggunaan obat-obatan tertentu hingga pola hidup yang kurang sehat.
Di tengah berkembangnya riset tanaman obat, daun ungu menjadi salah satu herbal yang mulai diteliti karena potensinya membantu melindungi organ penyaring utama tubuh tersebut.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan ekstrak daun ungu memiliki efek perlindungan terhadap fungsi ginjal.
Baca Juga: Ekstrak Daun Ungu Berpotensi Melawan Bakteri Penyebab Karies dan Radang Gusi
Diteliti pada Model Kerusakan Ginjal
Menurut Prof Mangestuti Agil, penelitian yang dilakukan pada 2015 mempelajari pengaruh pemberian ekstrak daun ungu terhadap tikus yang diinduksi antibiotik gentamisin.
Gentamisin merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, termasuk Pseudomonas.
Namun, penggunaan yang tidak tepat berpotensi menyebabkan gangguan fungsi ginjal akibat meningkatnya pembentukan radikal bebas.
Baca Juga: Penelitian Indonesia Ungkap Potensi Daun Ungu Membantu Mengatasi Wasir
Kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan antara antioksidan alami tubuh dan radikal bebas sehingga memicu kerusakan jaringan ginjal.
Karena itu, antioksidan dari luar tubuh dinilai berpotensi membantu mengurangi dampak tersebut.
Menggunakan Ekstrak Etanol Daun Ungu
Dalam penelitian tersebut, hewan coba diberi ekstrak etanol daun ungu kering sesuai protokol yang telah ditentukan.
Baca Juga: Daun Kelor Berpotensi Jadi Pangan Fungsional Asal Diolah dengan Tepat
Pada akhir penelitian, para peneliti mengamati profil darah, fungsi ginjal, liver, serta berbagai penanda yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan.
Hasil pengamatan menunjukkan perbedaan antara kelompok yang hanya menerima gentamisin dengan kelompok yang mendapatkan gentamisin disertai ekstrak daun ungu.
Menunjukkan Perbaikan Sejumlah Penanda
Prof Mangestuti Agil mengungkapkan bahwa pada hewan yang hanya diberi gentamisin terlihat peningkatan sejumlah penanda yang mengindikasikan gangguan fungsi ginjal.
Di antaranya meningkatnya kadar kreatinin serum dan menurunnya aktivitas enzim antioksidan. Sebaliknya, pada kelompok yang menerima ekstrak daun ungu terjadi perbaikan sejumlah parameter.
Antara lain berupa hambatan proses peroksidasi lipid serta peningkatan aktivitas enzim antioksidan pada liver dan ginjal.
Temuan tersebut menunjukkan adanya potensi efek perlindungan ekstrak daun ungu terhadap kerusakan ginjal akibat paparan gentamisin.
Hasil ini juga sejalan dengan publikasi ilmiah yang melaporkan aktivitas nefroprotektif Graptophyllum pictum pada model hewan coba.
Baca Juga: Penelitian Ungkap Daun Kelor Berpotensi Membantu Ibu Menyusui Produksi ASI Lebih Optimal
Masih Membutuhkan Penelitian Lanjutan
Meski hasil penelitian memberikan gambaran yang menjanjikan, Prof Mangestuti Agil menegaskan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan.
Jumlah hewan percobaan yang lebih besar serta kajian mengenai mekanisme kerja ekstrak daun ungu pada kerusakan ginjal kronis masih perlu dilakukan.
Meski demikian, hasil penelitian tersebut menjadi salah satu dasar ilmiah penting dalam pengembangan tanaman obat Indonesia.
Baca Juga: Mengapa Daun Kelor Disebut Superfood? Ini Penjelasan Prof Mangestuti Agil
Potensi antioksidan yang dimiliki daun ungu membuka peluang penelitian lebih lanjut untuk mendukung pemanfaatannya sebagai bahan alam yang berpotensi membantu menjaga kesehatan ginjal. (*)
Editor : Chairunnisya