Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Ini 7 Langkah Penting untuk Melindungi Diri

Silvina • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:06 WIB
Kabut asap yang  tebal sangat berbahaya bagi kesehatan. perlu langkah perlindungan diri untuk terhindar dari bahayanya. (DOK ANTARA)
Kabut asap yang tebal sangat berbahaya bagi kesehatan. perlu langkah perlindungan diri untuk terhindar dari bahayanya. (DOK ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Kabut asap bukan hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan dan mitigasi, terutama ketika kualitas udara mulai memburuk.

Paparan asap dalam jumlah tinggi dapat membuat udara menjadi tidak sehat untuk dihirup. Kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan membatasi paparan dan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.

Dilansir dari Halodoc, pencegahan dan mitigasi kabut asap ini terdiri dari 7 langkah yang bisa dilakukan ketika kabut asap datang.

Baca Juga: Waspada ! Kabut Asap Bisa Picu ISPA hingga Gangguan Jantung, Ini Penjelasannya

7 Langkah Penting Mengurangi Risiko Kabut Asap

Ada sejumlah tindakan sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak kabut asap. Langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan perlindungan diri, tetapi juga upaya menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.

1. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Selimuti Kubu Raya, Warga Diimbau Pakai Masker

Ketika kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat, sebaiknya masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah. Terutama, kegiatan yang membutuhkan waktu lama di ruang terbuka.

Jika harus keluar rumah, usahakan memilih waktu ketika kondisi udara lebih baik dan hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.

2. Gunakan Masker N95 atau KN95

Baca Juga: Di Balik Kabut Asap, Ada Hak Informasi Publik yang Terabaikan

Masker menjadi salah satu perlindungan penting ketika masyarakat harus beraktivitas di tengah kabut asap.

Masker jenis N95 atau KN95 dapat membantu menyaring partikel halus di udara. Gunakan masker dengan benar dan pastikan menutupi hidung serta mulut secara rapat.

3. Perkuat Tubuh dengan Asupan Bergizi

Baca Juga: Hujan Dua Hari Bersihkan Langit Pontianak, Kabut Asap Menghilang Sementara

Menjaga kondisi tubuh juga penting ketika kualitas udara sedang buruk. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk memperbanyak buah dan sayuran.

Makanan yang kaya antioksidan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Bukan Hanya Masker, Kondisi Rumah Juga Perlu Dijaga

Baca Juga: Kasus ISPA di Kubu Raya Mulai Naik akibat Kabut Asap Karhutla, Dinkes Prediksi Lonjakan Terjadi Pekan Depan

Perlindungan dari kabut asap tidak berhenti ketika seseorang berada di dalam rumah. Kondisi udara di dalam ruangan juga perlu diperhatikan agar paparan asap dapat diminimalkan.

4. Pastikan Tubuh Mendapatkan Cukup Cairan

Minum air putih yang cukup membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan ketika seseorang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis Singkawang Jangkau 21 Persen Penduduk, Keterbatasan Nakes dan Internet Masih Jadi Kendala

Asupan cairan yang cukup dapat membantu menjaga kondisi tubuh, termasuk saluran pernapasan, selama menghadapi kondisi udara yang kurang baik.

5. Tutup Pintu dan Jendela dengan Rapat

Saat kabut asap menyelimuti lingkungan, pintu dan jendela sebaiknya ditutup rapat untuk mengurangi kemungkinan asap masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: Tetap Sehat Meski Jarang Olahraga: Berikut 10 Tips Praktis yang Bisa Dilakukan Menurut Ahli

Pastikan celah yang memungkinkan asap dari luar masuk ke ruangan diminimalkan. Dengan begitu, kualitas udara di dalam rumah dapat lebih terjaga.

6. Pantau Kualitas Udara Secara Berkala

Masyarakat perlu mengetahui kondisi kualitas udara sebelum memutuskan melakukan aktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Perhatikan Daftar Kalori Makanan Lebaran, Ini Tips Makan Sehat Saat Idul Fitri

Informasi mengenai kualitas udara dapat dipantau melalui aplikasi maupun situs resmi pemerintah. Dengan mengetahui kondisi udara terkini, masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan yang sesuai.

7. Jangan Membakar Sampah atau Lahan

Pencegahan kabut asap juga harus dimulai dari lingkungan sekitar. Hindari membakar sampah maupun lahan karena aktivitas tersebut dapat menghasilkan asap dan memperburuk kualitas udara.

Baca Juga: Jalan Sehat Sambil Pungut Sampah di Pontianak Selatan

Jika melihat potensi kebakaran lahan, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sebelum api meluas.

Kabut Asap Perlu Dicegah Bersama

Kabut asap bukan persoalan yang hanya harus dihadapi ketika sudah terjadi. Upaya pencegahan dari masyarakat memiliki peran penting untuk mengurangi risiko munculnya asap dan menjaga kualitas udara.

Baca Juga: Tips Memilih Celana Dalam yang Nyaman dan Sehat untuk Organ Intim

Membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker yang tepat, menjaga asupan makanan dan cairan, serta memastikan rumah terlindungi dari masuknya asap merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Di sisi lain, tidak membakar sampah atau lahan menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk mencegah munculnya kabut asap. Dengan kewaspadaan dan tindakan sejak dini, risiko dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat dapat ditekan.

 

Editor : Silvina
bahaya kabut asap perlindungan diri dari kabut asap paparan kabut asap pencegahan dampak asap kabut asap