IAKMI Dorong Lingkungan Aman untuk Lindungi Masyarakat dari Risiko Heat Stroke

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:41 WIB
Arsip Foto - Pekerja menurunkan material untuk pembangunan sekolah di Rowosari, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/7/2026). Orang yang bekerja di luar ruangan seperti pekerja konstruksi lebih berisiko terkena dampak paparan panas. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Arsip Foto - Pekerja menurunkan material untuk pembangunan sekolah di Rowosari, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/7/2026). Orang yang bekerja di luar ruangan seperti pekerja konstruksi lebih berisiko terkena dampak paparan panas. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

PONTIANAK POST - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mendorong penguatan perlindungan masyarakat dari risiko heat stroke atau serangan panas melalui penyediaan lingkungan yang lebih aman di ruang publik maupun tempat kerja.

Ketua Umum Pengurus Pusat IAKMI Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS. mengatakan pencegahan heat stroke tidak hanya bergantung pada tindakan individu, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan yang mampu mengurangi paparan panas.

"Kalau intervensi langkah pencegahan dari pemerintah tentu saja imbauan," kata Hermawan dikutip dari ANTARA, Kamis.

Ia mencontohkan penyediaan sarana pendinginan di area terbuka sebagai salah satu upaya membantu masyarakat yang beraktivitas di tengah paparan panas.

"Kipas di area terbuka yang buat masyarakat itu sangat membantu bagi mereka yang beraktivitas di sudut-sudut kota, di tengah keramaian," katanya.

Menurut Hermawan, fasilitas tersebut dapat membantu masyarakat yang beraktivitas di ruang publik, khususnya di kawasan dengan aktivitas pejalan kaki tinggi dan minim perlindungan dari paparan langsung sinar matahari.

Hermawan mengatakan sejumlah negara juga telah melakukan inovasi untuk membantu masyarakat menghadapi suhu panas. Salah satunya melalui penyediaan kipas di area terbuka di sejumlah kota di China.

Perlindungan Pekerja Perlu Diperkuat

Selain ruang publik, Hermawan menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja yang beraktivitas di lingkungan bersuhu tinggi.

Lingkungan kerja, terutama pabrik dan industri dengan intensitas produksi tinggi, perlu didukung kondisi udara yang bersih dan nyaman, sirkulasi udara yang baik, serta suhu yang terkontrol.

"Kalau dari lingkungan pekerjaan tentu pabrik, industri-industri yang memang intensitas tinggi produksi itu harus dilengkapi dengan kondisi udara yang bersih, nyaman, sirkulasinya bagus, tetapi juga suhunya terkontrol dengan baik," ujar Hermawan.

Ia mengatakan pekerja yang melakukan aktivitas fisik berat dengan paparan panas tinggi perlu mendapat perhatian karena memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan kesehatan akibat panas.

Hermawan juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan perlindungan secara mandiri, antara lain dengan memenuhi kebutuhan cairan, mengurangi aktivitas yang terpapar langsung sinar matahari, serta menggunakan pakaian pelindung dan topi saat beraktivitas di luar ruangan. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
heat stroke IAKMI cuaca panas ruang publik lingkungan aman