Kunyit dan Beluntas dalam Jamu Pascamelahirkan untuk Membantu Mengatasi Bau Badan

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 19:10 WIB
Kunyit asam (DOK JAWAPOS)
Kunyit asam (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Setelah melahirkan, perawatan tubuh menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam tradisi perawatan masa nifas. Salah satunya melalui jamu yang dibuat dari bahan herbal tertentu.

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan jamu anti bau badan selalu menyertai langkah awal perawatan pascamelahirkan.

Bahan utamanya adalah kunyit dan daun beluntas. Keduanya punya khasiat antikuman dan antijamur yang menjadi dasar khasiat penghilang bau badan.

Baca Juga: Kunyit Asam Minuman Tradisional Kaya Manfaat untuk Kesehatan Reproduksi dan Imunitas

Cara Membuat Jamu Kunyit dan Beluntas

Ramuan berbahan segar ini dibuat dengan cara ditumbuk, diperas dengan penambahan air sedikit demi sedikit, disaring, dan langsung diminum pada pagi hari selama 7–10 hari.

Indikator khasiatnya adalah hilangnya bau badan dan air seni ibu dan anak. Penggunaan bahan segar menjadi bagian dari cara pembuatan ramuan tersebut dalam tradisi perawatan pascamelahirkan.

Jamu Galian untuk Pemulihan

Selain jamu anti bau badan, ramuan jamu pascamelahirkan juga memiliki berbagai macam jenis. Salah satunya jamu galian.

Baca Juga: Jahe dan Kunyit: Rahasia Alami untuk Meredakan Nyeri Sendi: Coba di Rumah!

Komposisinya terdiri atas 5–7 bahan herbal. Khasiatnya menjaga kesehatan organ reproduksi, antiradang, antioksidan, dan pengembalian energi.

Rasanya memang pahit. Bagi yang ingin praktis dapat juga memilih jamu kunyit asam yang diminum setiap hari secangkir selama 7 hari, dilanjutkan dua kali seminggu sampai 40 hari. Manfaatnya baik untuk menjaga fungsi organ reproduksi dan organ vital lain secara benar.

Bagian dari Perawatan Tradisional

Jamu dengan bahan kunyit dan beluntas menjadi salah satu contoh ramuan dalam sistem perawatan pascamelahirkan.

Baca Juga: Kunyit hingga Jahe: Herbal Teruji untuk Kesehatan Paru-paru

Perawatan tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari rangkaian perawatan yang juga mencakup makanan bergizi, perawatan tubuh, istirahat, menyusui, dan dukungan keluarga. (*)

 

Editor : Chairunnisya
jamu nifas kunyit beluntas herbal pascamelahirkan ibu melahirkan bau badan