PONTIANAK POST - Kurma bukan hanya dikenal sebagai buah yang kaya zat gizi.
Selama kehamilan, buah ini juga menarik perhatian karena kandungan karbohidrat, serat, mineral, dan berbagai senyawa bioaktif di dalamnya.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa kandungan tersebut membuat kurma memiliki potensi sebagai bagian dari pola makan selama kehamilan.
Baca Juga: Kurma Muda Viral untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Membantu Mengatur Ovulasi?
Sumber Energi dan Serat
Kandungan gula alami dalam kurma dapat menjadi sumber energi, sedangkan serat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Serat juga dapat membantu mengatasi kecenderungan sembelit yang sering dialami selama kehamilan.
Namun, konsumsi kurma tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Baca Juga: Jahe Membantu Mengurangi Kram Haid dan Mendukung Fungsi Reproduksi
Hal ini terutama perlu diperhatikan oleh ibu hamil yang mengalami gangguan pengendalian gula darah karena kurma memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.
Penelitian tentang Persalinan
Konsumsi kurma pada akhir kehamilan juga telah menjadi perhatian dalam sejumlah penelitian.
Beberapa penelitian dan metaanalisis menemukan kemungkinan adanya hubungan antara konsumsi kurma dengan pemendekan beberapa tahap persalinan, peningkatan pembukaan serviks, atau berkurangnya kebutuhan induksi maupun augmentasi persalinan.
Baca Juga: Jus Kurma, Si Manis Penuh Khasiat
Meski demikian, kualitas bukti penelitian masih bervariasi. Sebagian studi juga memiliki risiko bias yang cukup tinggi.
Karena itu, kurma belum dapat dianggap sebagai cara yang pasti untuk mempercepat persalinan.
Dengan kata lain, keberadaan hasil penelitian tersebut belum cukup untuk menjadikan kurma sebagai metode yang pasti mempercepat proses persalinan.
Kurma Bukan Terapi Utama untuk Anemia
Kurma juga mengandung mineral, termasuk zat besi. Namun, kandungan zat besi tersebut tidak cukup untuk menjadikannya satu-satunya sumber penanganan anemia akibat kehilangan darah saat melahirkan.
Baca Juga: Ini Kelompok Herbal Yang Mendukung Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Alami
Jika ibu mengalami anemia, pemeriksaan kadar hemoglobin dan pemberian zat besi sesuai anjuran tenaga kesehatan tetap menjadi langkah utama.
Karena itu, kurma dapat menjadi bagian dari pilihan pangan bergizi, tetapi tidak menggantikan penanganan yang diperlukan ketika terdapat masalah kesehatan. (*)
Editor : Chairunnisya