PONTIANAK POST - Reaksi alergi yang sempat membaik tetap perlu diperhatikan, terutama jika sebelumnya muncul gejala berat.
Kondisi yang terlihat mereda tidak selalu berarti reaksi alergi telah benar-benar selesai.
Dilansir dari Jawapos, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals Yogyakarta, dr Rosandi Himawan SpPD mengungkapkan penderita tetap perlu mendapatkan pemeriksaan medis setelah mengalami reaksi alergi berat.
Baca Juga: Gatal Tak Kunjung Hilang? Ini 11 Obat Alami yang Ampuh dan Mudah Dicoba, Terbukti Secara Ilmiah
Waspadai Reaksi Bifasik
Salah satu alasan pemeriksaan tetap diperlukan adalah kemungkinan terjadinya reaksi bifasik.
Dalam kondisi tersebut, gejala berat dapat kembali muncul setelah sebelumnya sempat mereda.
’’Umumnya kambuh dalam 12 jam pertama, tetapi bisa muncul sampai tiga hari setelah reaksi awal,’’ ujar Rosandi.
Baca Juga: Terbukti Ampuh! Cara Alami Redakan Gatal Kulit Tanpa Obat Kimia, Cek Selengkapnya disini!
Karena itu, membaiknya gejala setelah pertolongan awal tidak seharusnya membuat penderita mengabaikan pemeriksaan medis.
Sesak Napas Harus Dianggap Darurat
Perubahan kondisi juga perlu menjadi perhatian ketika reaksi alergi mulai melibatkan sistem pernapasan.
Sesak napas, mengi, batuk terus-menerus, atau napas berbunyi termasuk tanda yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: 5 Penyebab Gatal Setelah Olahraga dan Cara Mengatasinya
Begitu pula pembengkakan pada bibir, lidah, atau kelopak mata yang disertai rasa tercekik di tenggorokan.
Gangguan berupa pusing hebat, pandangan gelap, lemas mendadak, hingga nyaris pingsan juga menjadi tanda bahaya.
Jangan Terlambat Mendapatkan Pertolongan
Pada reaksi alergi berat, waktu menjadi hal penting. Karena itu, penderita yang mengalami tanda anafilaksis perlu segera mendapatkan pertolongan medis.
Bahkan ketika kondisi sudah terlihat membaik, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan tidak terjadi reaksi lanjutan.
Baca Juga: Biduran Setelah Makan atau Minum Obat, Ini Pertolongan Awal yang Tepat
Pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak berhenti melakukan penanganan hanya karena gejala awal telah mereda.
Reaksi alergi berat dapat kembali muncul sehingga kondisi penderita tetap perlu diperhatikan. (*)
Editor : Chairunnisya