PONTIANAK POST - Menjaga kesehatan setelah menopause membutuhkan perhatian khusus karena tubuh mengalami berbagai perubahan akibat menurunnya kadar hormon estrogen.
Salah satu bahan pangan yang menarik perhatian dalam mendukung kesehatan wanita pada fase ini adalah kedelai. Tanaman tersebut dikenal memiliki kandungan fitoestrogen, yaitu senyawa alami yang memiliki struktur kimia mirip hormon estrogen.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan bahwa kedelai merupakan salah satu tanaman yang telah lama dikenal sebagai sumber fitoestrogen.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Meredakan Nyeri Haid Tanpa Obat: Tips Praktis agar Tetap Nyaman Saat Menstruasi
Kandungan utama yang berperan adalah isoflavon, yaitu kelompok senyawa yang memiliki aktivitas menyerupai estrogen dalam tubuh.
Isoflavon Bekerja Menyerupai Estrogen
Pada masa pascamenopause, kadar estrogen wanita mengalami penurunan. Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap berbagai fungsi tubuh, termasuk kepadatan tulang, sistem pembuluh darah, hingga fungsi organ tertentu.
Menurut Prof Mangestuti, fitoestrogen memiliki struktur kimia yang mirip dengan estrogen sehingga diharapkan mampu membantu mengendalikan gangguan kesehatan akibat rendahnya kadar hormon tersebut.
Baca Juga: Herbal Fitoestrogen Jadi Pilihan Alami Menghadapi Perubahan Pascamenopause Wanita
Meski demikian, efek fitoestrogen tidak sekuat estrogen sintetis. Keunggulan fitoestrogen adalah relatif lebih aman dan dapat bekerja bersama senyawa lain dalam herbal yang memiliki manfaat antioksidan serta antiradang.
Membantu Mengurangi Risiko Gangguan Tulang
Salah satu persoalan yang sering dikaitkan dengan fase pascamenopause adalah menurunnya kepadatan tulang. Kondisi tersebut berkaitan dengan berkurangnya peran estrogen dalam menjaga keseimbangan jaringan tulang.
Isoflavon pada kedelai bekerja melalui ikatan dengan reseptor estrogen beta yang terdapat pada berbagai jaringan tubuh, termasuk tulang.
Baca Juga: Jahe Membantu Mengurangi Kram Haid dan Mendukung Fungsi Reproduksi
Ikatan tersebut membantu mengurangi kecepatan pengeroposan tulang yang dapat terjadi setelah kadar estrogen mengalami penurunan.
Selain tulang, reseptor estrogen beta juga terdapat pada organ lain seperti otak dan pembuluh darah kecil. Hal tersebut membuat isoflavon memiliki potensi membantu berbagai fungsi tubuh yang dipengaruhi perubahan hormonal.
Mendukung Kesehatan Pembuluh Darah
Selain berhubungan dengan kesehatan tulang, isoflavon juga memiliki peran dalam mendukung kesehatan pembuluh darah. Salah satu aktivitas menarik dari isoflavon adalah kemampuannya sebagai vasorelaksan.
Baca Juga: Waspada Haid Tidak Lancar Bisa Jadi Gejala Awal PCOS, Apa Saja Tandanya?
Vasorelaksan merupakan proses pelebaran pembuluh darah akibat relaksasi otot polos pada dinding pembuluh darah.
Proses tersebut menyebabkan tekanan darah menurun dan membantu meningkatkan aliran darah yang membawa oksigen serta zat makanan ke seluruh jaringan tubuh.
Dengan mekanisme tersebut, isoflavon memiliki potensi mendukung kesehatan sistem peredaran darah pada wanita setelah menopause.
Baca Juga: Cantik dan Menyehatkan: Khasiat Mawar untuk Redakan Nyeri Haid dan Stres
Keamanan Isoflavon Terus Diamati
Penggunaan isoflavon telah diperhatikan melalui berbagai pengamatan terkait profil rahim dan hormon reproduksi, kadar lemak dalam darah, serta kemungkinan pengaruh terhadap pembekuan darah.
Menurut Prof Mangestuti, isoflavon juga nampaknya tidak meningkatkan risiko terjadinya kanker atau penyakit jantung.
Uji klinik menunjukkan adanya efek isoflavon dalam membantu mengatasi hot flashes, yaitu sensasi panas kuat yang sering muncul akibat perubahan hormonal pada masa menopause.
Kedelai sebagai Nutrisi Fungsional
Selain kandungan isoflavon, kedelai memiliki nilai tambah sebagai sumber protein tumbuhan berkualitas baik. Kedelai juga mengandung vitamin B kompleks, serat, zat besi, kalsium, dan zinc yang mendukung kebutuhan nutrisi tubuh.
Baca Juga: Resep Mudah Menggunakan Kayu Manis untuk Meredakan Nyeri Haid
Kombinasi berbagai kandungan tersebut menjadikan kedelai sebagai salah satu pilihan makanan fungsional yang dapat membantu kesiapan kesehatan wanita menghadapi fase pascamenopause.
Melalui konsumsi makanan bergizi dan penerapan pola hidup sehat, perubahan tubuh setelah menopause dapat dijalani secara lebih baik dan alami. (*)
Editor : Chairunnisya