PONTIANAK POST – Sejumlah tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia disebut memiliki potensi sebagai herbal pendamping dalam terapi kanker. Lima tanaman tersebut adalah keladi tikus, daun sirsak, sambiloto, kunyit putih, dan kunyit kuning.
Informasi itu disampaikan dokter dalam video di kanal YouTube @dokterferytv yang diunggah pada 10 Agustus 2026. Dalam video tersebut, kelima tanaman dibahas berdasarkan sejumlah penelitian dan uji klinis pada manusia yang disebut berkaitan dengan kanker.
Namun, dalam video itu juga ditegaskan bahwa penggunaan herbal bersifat komplementer atau pendamping dan bukan pengganti pengobatan utama seperti operasi, kemoterapi, maupun radioterapi.
Baca Juga: Bagaimana Kanker Bisa Terjadi? Ini Proses Mutasi Sel dan Faktor yang Dapat Meningkatkan Risikonya
Keladi Tikus
Tanaman pertama yang dibahas adalah keladi tikus. Dalam video tersebut disebutkan, tanaman ini mengandung ribosom inactivating protein dan antioksidan.
Sejumlah studi observasional klinis dan uji integratif yang disebut dalam video diklaim menunjukkan ekstrak keladi tikus yang diberikan bersama terapi standar dapat membantu mengurangi efek samping kemoterapi, menghambat laju perkembangan sel kanker payudara dan serviks, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Dalam video, pengolahannya disebut menggunakan sekitar 30 gram tanaman keladi tikus segar yang terdiri atas daun dan umbi.
Tanaman dibersihkan dari tanah, kemudian ditumbuk hingga halus. Setelah itu, diberi sedikit air matang dingin, diperas, dan disaring menggunakan kain bersih.
Air hasil perasan diminum segera. Jangan lupa menggunakan sarung tangan ketika mencuci keladi tikus karena getahnya dapat menyebabkan rasa gatal.
Baca Juga: Cegah Kanker Kulit dengan Perlindungan Sinar Matahari dan Pemeriksaan Rutin
Daun Sirsak
Tanaman kedua adalah daun sirsak. Kandungan yang dibahas dalam video adalah asetogenin.
Dalam penjelasan tersebut, asetogenin disebut memiliki mekanisme yang berkaitan dengan sumber energi sel kanker.
Baca Juga: Jangan Abaikan, Ini 7 Tanda Kanker Kulit yang Sering Tidak Disadari
Video itu juga menyebut sebuah studi klinis yang dipublikasikan pada 2018 di Oxidative Medicine and Cellular Longevity pada pasien kanker kolorektal.
Menurut narasi video, pemberian ekstrak daun sirsak secara rutin selama beberapa minggu dikaitkan dengan peningkatan apoptosis atau kematian sel kanker dan penekanan progresi tumor dibandingkan kelompok kontrol.
Cara pengolahan yang disampaikan adalah menggunakan tujuh hingga 10 lembar daun sirsak tua yang masih segar.
Baca Juga: Herbal Kaya Antioksidan Jadi Pilihan Pendukung Kesehatan Wanita Modern
Daun direbus dengan sekitar 600 mililiter air hingga tersisa satu gelas, kemudian disaring dan diminum dalam keadaan hangat.
Sambiloto
Herbal ketiga yang dibahas adalah sambiloto atau yang disebut sebagai si raja pahit.
Senyawa utama sambiloto yang dibahas dalam video adalah andrografolid. Senyawa tersebut disebut berkaitan dengan peningkatan respons sistem imun serta kemampuan tubuh mendeteksi sel abnormal.
Baca Juga: Herbal Fitoestrogen Jadi Pilihan Alami Menghadapi Perubahan Pascamenopause Wanita
Dalam video juga disebut sejumlah uji pada manusia yang dikaitkan dengan kanker usus dan payudara. Andrografolid disebut dapat meningkatkan aktivitas sel T dan sel NK serta menahan sinyal pembelahan sel kanker.
Untuk pengolahannya, menggunakan 10 hingga 15 lembar daun sambiloto segar atau satu sendok makan daun kering.
Daun kemudian diseduh menggunakan satu cangkir air panas dan didiamkan selama 10 hingga 15 menit. Setelah disaring, minuman dapat dikonsumsi ketika sudah hangat. Madu dapat ditambahkan untuk mengurangi rasa pahit.
Baca Juga: Ini Kelompok Herbal Yang Mendukung Kesehatan Reproduksi Wanita Secara Alami
Kunyit Putih
Tanaman keempat adalah kunyit putih atau temu putih. Berbeda dengan kunyit dapur yang berwarna kuning, rimpang kunyit putih disebut memiliki aroma khas seperti mangga muda.
Kunyit putih disebut mengandung kurkuminoid dan labdane diterpenes.
Penggunaan rimpang tersebut dalam sejumlah studi pendamping terapi klinis disebut berkaitan dengan pengurangan peradangan kronis, penurunan nyeri kanker, dan penghambatan pembentukan pembuluh darah baru yang mendukung pertumbuhan tumor.
Cara pengolahan yang disebut dalam video adalah menggunakan satu ruas jari rimpang kunyit putih.
Rimpang dicuci bersih, dikupas tipis, kemudian diparut. Parutan tersebut diseduh dengan sekitar 100 mililiter air panas dan dibiarkan hingga mengendap. Air bening di bagian atas kemudian disebut dapat diminum satu kali sehari.
Baca Juga: Tren Kembali ke Alam Dorong Masyarakat Memilih Herbal Tradisional
Kunyit Kuning
Tanaman kelima adalah kunyit kuning yang umum digunakan sebagai bumbu dapur.
Kandungan utama yang dibahas adalah kurkumin. Dalam video disebutkan, kurkumin telah banyak diteliti dalam bidang medis modern.
Baca Juga: Ternyata Pegagan Bisa Jadi Herbal Adaptogen Penjaga Keseimbangan Tubuh Saat Stres
Menurut dokter dalam video, sejumlah uji klinis fase 1 dan 2 pada manusia yang dikaitkan dengan kanker pankreas serta kanker kolorektal dan usus.
Konsumsi kurkumin dalam dosis terukur disebut dapat membantu menekan sejumlah penanda inflamasi dan mengurangi kelelahan akibat efek samping radioterapi.
Untuk pengolahannya, dua ruas kunyit segar diiris tipis dan direbus menggunakan dua gelas air hingga mendidih. Kemudian tambahkan sedikit lada hitam.
Baca Juga: Rahasia Herbal yang Diyakini Membantu Performa Otak Lebih Optimal Sehari-Hari
Kandungan piperin dalam lada hitam disebut dapat meningkatkan penyerapan kurkumin.
Setelah direbus, ramuan disaring dan diminum dalam keadaan hangat.
Herbal Bukan Pengganti Pengobatan Medis
Baca Juga: Seledri dan Kumis Kucing, Herbal Tradisional yang Banyak Dipakai untuk Hipertensi
Dalam video tersebut ditegaskan bahwa kelima tanaman itu diposisikan sebagai terapi pendamping, bukan pengganti pengobatan kanker yang diberikan tenaga medis.
Penggunaan herbal juga disebut perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang menangani pasien. Hal itu untuk menghindari kemungkinan interaksi dengan obat yang sedang digunakan dan mengganggu proses terapi medis.
Dengan demikian, informasi mengenai keladi tikus, daun sirsak, sambiloto, kunyit putih, dan kunyit kuning dalam artikel ini merujuk pada paparan dokter dalam video kanal YouTube @dokterferytv , bukan anjuran Pontianak Post untuk mengganti pengobatan kanker dengan herbal.
Editor : Silvina