PONTIANAK POST - Minyak goreng selama ini lebih sering dibicarakan karena kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan. Namun, tidak semua jenis minyak memiliki karakteristik yang sama.
Di antara berbagai pilihan, minyak zaitun ekstra virgin atau EVOO mendapat perhatian khusus dari ahli gizi.
Jenis minyak ini dinilai memiliki keunggulan karena manfaatnya tidak hanya dikaitkan dengan satu bagian tubuh, tetapi juga jantung, otak, dan usus.
Baca Juga: Jangan Buang ke Wastafel! Ini Cara Tepat Mengelola Minyak Goreng Bekas agar Saluran Air Bebas Mampet
Melansir laporan Antara (3/9), ahli diet terdaftar Anna Smith bahkan menyebut EVOO sebagai pilihan yang ia rekomendasikan bagi orang yang ingin mendukung kesehatan ketiga organ tersebut sekaligus.
Manfaat itu terutama dikaitkan dengan profil asam lemak dan kandungan polifenolnya.
Usus Sehat Bisa Berdampak Lebih Luas
Manfaat EVOO ternyata tidak berhenti pada pencernaan. Minyak ini disebut dapat mendukung mikrobioma usus yang lebih sehat serta membantu memperkuat penghalang usus.
Menurut ahli diet Gretchen Zimmermann, EVOO juga bertindak sebagai prebiotik yang memberi makanan bagi bakteri baik di usus, termasuk Lactobacillus.
Baca Juga: Sering Loyo di Sore Hari? Ahli Gizi Sarankan Minum Teh Hitam, Ini Alasannya
Kondisi mikrobioma yang baik kemudian dikaitkan dengan berbagai aspek kesehatan tubuh.
Polifenol Jadi Salah Satu Kuncinya
Kandungan polifenol dalam minyak zaitun juga menjadi perhatian. Ahli diet Sheri Gaw menyebut tinjauan 2023 menemukan hubungan positif antara konsumsi minyak zaitun dan kesehatan kognitif.
Polifenol sendiri dikaitkan dengan potensi membantu mengurangi peradangan serta melindungi jalur saraf dari penurunan kognitif.
Tetap Lemak, Porsi Jangan Diabaikan
Untuk jantung, lemak tak jenuh tunggal berupa asam oleat bersama polifenol disebut dapat memberikan manfaat.
Minyak zaitun juga dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, terutama ketika menggantikan mentega, mayones, dan lemak susu.
Meski demikian, EVOO bukan berarti boleh dikonsumsi tanpa batas. Satu sendok makan mengandung sekitar 120 kalori sehingga porsi tetap perlu diperhatikan.
Baca Juga: 7 Sayuran Beku yang Baik untuk Menjaga Gula Darah, Ahli Gizi Ungkap Pilihannya
Editor : Khoiril Arif Ya'qob