PONTIANAK POST - Penggunaan tumbler berulang kali memang praktis, tetapi material yang tidak sesuai dapat menjadi perhatian, terutama ketika digunakan untuk minuman panas atau asam dalam waktu lama.
Dosen FK UK Petra Surabaya, dr Ivan Andre Hartono MBiomed SpPD, mengatakan paparan dalam jumlah kecil mungkin tidak langsung menimbulkan keluhan.
Namun, paparan yang berlangsung berulang dalam jangka panjang tetap perlu diwaspadai.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih Tumbler, Kenali Stainless Steel Food Grade Sebelum Membeli
’’Tidak terasa jumlahnya kecil tapi terus-menerus. Lama-lama menumpuk dan merusak kesehatan, bisa menimbulkan gangguan hormonal maupun keganasan,’’ kata Ivan, dikutip dari Jawapos.
Berbagai Organ Bisa Terdampak
Menurutnya, paparan logam berat dapat berdampak pada berbagai sistem organ, terutama sistem saraf pusat dan tepi, pencernaan, ginjal, serta kardiovaskular.
Baca Juga: Ajarkan Bawa Tumbler Sendiri, Bule Ajak Siswa Kurangi Sampah Plastik
Dampaknya dapat berbeda bergantung pada jenis dan jumlah logam yang masuk ke tubuh.
Kromium dalam jumlah besar, misalnya, dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan dan kerusakan ginjal. Sementara itu, paparan mangan dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan gangguan saraf.
Nikel juga dapat berdampak pada paru-paru dan jantung.
’’Pengaruh timbal ke sistem saraf, mulai dari lemas, kesemutan, susah konsentrasi. Jangka panjangnya dapat menurunkan kecerdasan pada anak-anak,’’ ungkap Ivan. (*)
Editor : Chairunnisya