Jangan Sembarangan Simpan Minuman di Tumbler, Perhatikan Batas Waktunya

Chairunnisya • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 20:35 WIB
Menggunakan tumbler saat membeli minuman merupakan langkah mengurangi sampah plastik. (DOK JAWAPOS)
Menggunakan tumbler saat membeli minuman merupakan langkah mengurangi sampah plastik. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Pengguna tumbler yang khawatir telah lama menggunakan produk dengan material yang tidak sesuai perlu memperhatikan kondisi tubuh.

Dosen FK UK Petra Surabaya, dr Ivan Andre Hartono MBiomed SpPD, menyarankan berkonsultasi dengan dokter apabila muncul keluhan.

’’Tanda keracunan logam berat yang paling sering di awal adalah pusing, mual, badan terasa lemas tidak bertenaga,’’ bebernya, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Tumbler Tidak Food Grade Bisa Picu Paparan Logam, Ini Risikonya

Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi lebih serius.

Keracunan kronis dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti nyeri perut yang menetap, gangguan berkemih, gangguan hormonal, hingga penurunan kesadaran.

Pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan paparan logam berat dapat dilakukan melalui darah atau urine, bergantung pada jenis logam yang dicurigai.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih Tumbler, Kenali Stainless Steel Food Grade Sebelum Membeli

Perhatikan Lama Penyimpanan

Ivan menegaskan, penggunaan tumbler stainless steel tidak perlu dihindari selama konsumen memilih material yang sesuai dan menggunakannya secara tepat.

Salah satunya dengan memperhatikan lama penyimpanan minuman.

’’Penggunaan tumbler stainless steel tidak perlu dihindari selama konsumen memilih produk dengan material yang sesuai dan menggunakannya secara tepat. Hindari menyimpan air panas lebih dari semalaman. Untuk cairan asam sebaiknya tidak lebih dari enam jam,’’ pesannya. (*) 

Editor : Chairunnisya
tumbler stainless steel keracunan logam cairan asam gejala keracunan air panas