PONTIANAK POST - Penggunaan ponsel, laptop, dan tablet dalam aktivitas sehari-hari dapat membuat mata bekerja dalam waktu lama. Jika tidak disertai jeda yang cukup, kebiasaan tersebut dapat memicu kelelahan mata digital atau Computer Vision Syndrome (CVS).
Keluhan ini dapat berupa mata kering, perih, pandangan kabur sementara, hingga sakit kepala. Sejumlah kebiasaan sederhana, seperti mengistirahatkan mata secara berkala dan mengatur posisi layar, dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan saat menggunakan perangkat digital.
Mengenal Computer Vision Syndrome
Computer Vision Syndrome adalah kumpulan keluhan pada mata dan penglihatan yang berkaitan dengan penggunaan komputer, laptop, tablet, atau ponsel dalam waktu lama. Keluhan juga dapat disertai ketegangan pada leher dan bahu, terutama ketika posisi tubuh kurang ergonomis.
Baca Juga: Sering Lelah Meski Cukup Tidur? Ini 7 Tanda Tubuh Kurang Sinar Matahari
Melansir dari Laman Direktorat Jenderal Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah dan tidak nyaman. Salah satu faktor yang berperan adalah berkurangnya frekuensi berkedip saat seseorang terlalu fokus menatap layar.
Kenali Gejala Mata Lelah Akibat Layar
Gejala kelelahan mata digital dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa keluhan yang umum dirasakan antara lain mata terasa kering, perih, cepat lelah, pandangan kabur sementara, dan sakit kepala setelah menggunakan perangkat digital dalam waktu lama.
Posisi duduk yang tidak nyaman dan jarak layar yang kurang sesuai juga dapat memicu ketegangan pada leher serta bahu.
Apabila keluhan terus berulang, pengguna sebaiknya mengevaluasi kebiasaan penggunaan perangkat digital. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan apabila gejala menetap atau semakin mengganggu.
Baca Juga: Kerja 8 Jam di Depan Komputer? Jangan Duduk Terus, Ini Alasan Perlu Sering Ganti Posisi
Terapkan Aturan 20-20-20
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi kelelahan mata adalah menerapkan aturan 20-20-20.
Caranya, setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik. Kebiasaan ini membantu memberikan jeda dari aktivitas fokus jarak dekat.
Pengguna dapat memasang pengingat pada ponsel atau komputer agar tidak lupa beristirahat. Selain itu, sesekali berdiri dan melakukan peregangan ringan juga dapat membantu mengurangi ketegangan tubuh selama bekerja atau belajar.
Atur Jarak dan Pencahayaan Layar
Selain mengambil jeda, posisi perangkat perlu diperhatikan. Kementerian Kesehatan RI menyarankan jarak layar komputer sekitar 40–75 sentimeter dari mata. Pencahayaan ruangan juga sebaiknya cukup dan tidak menimbulkan pantulan yang mengganggu pada layar.
Sesuaikan kecerahan perangkat dengan kondisi sekitar serta perbesar ukuran huruf apabila tulisan sulit dibaca. Pengguna juga perlu menjaga posisi duduk tetap nyaman dan membiasakan diri berkedip secara teratur agar mata tidak mudah terasa kering.
Kebiasaan Digital yang Perlu Diperhatikan
Selain mengatur jarak pandang dan pencahayaan, pengguna perlu memperhatikan kebiasaan saat menggunakan perangkat digital. Hindari menatap layar secara terus-menerus tanpa jeda, terutama ketika bekerja atau belajar dalam waktu lama.
Baca Juga: Redakan Stres Kerja lewat Olahraga dan Dukungan Sosial di Kantor
Pengguna juga dapat menyesuaikan ukuran teks agar mudah dibaca dan mengurangi pantulan cahaya yang mengganggu. Jika mata terasa kering, biasakan berkedip secara teratur dan beristirahat sejenak dari layar.
Kapan Perlu Memeriksakan Mata?
Keluhan mata lelah setelah menatap layar dapat membaik setelah beristirahat dan memperbaiki kebiasaan penggunaan perangkat. Namun, pandangan kabur yang menetap, nyeri mata hebat, mata merah yang tidak membaik, atau sakit kepala berulang perlu mendapatkan perhatian medis.
Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penyebab keluhan dan penanganan yang sesuai.Menjaga kesehatan mata di era digital tidak berarti harus menghindari teknologi sepenuhnya. Dengan mengatur posisi layar, mengambil jeda secara berkala, dan memperhatikan gejala yang muncul, pengguna dapat mengurangi ketidaknyamanan saat beraktivitas menggunakan perangkat digital. (luk/mgg)
Editor : Miftahul Khair