Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Para Pelaku Atur Jadwal Balap Liar di Grup WhatsApp

Super_Admin • Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:40 WIB
MEMBUSUK: Bayi orangutan yang ditemukan mati di lahan yang sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. ISTIMEWA
MEMBUSUK: Bayi orangutan yang ditemukan mati di lahan yang sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. ISTIMEWA
KETAPANG – Kepolisian Resor (Polres) Ketapang mengendus aksi balap liar yang dilakukan kawula remaja di dalam Kota Ketapang, dilakukan secara terjadwal. Para remaja tanggung ini memanfaatkan grup-grup WhatsApp, untuk janji bertemu kemudian melakukan aksi mereka.

“Para remaja ini disinyalir menggunkan gurp-grup WhatsApp untuk membuat janjian balapan liar. Bahkan di beberapa handphone yang berhasil diamankan, kami juga menemukan grup-grup gank motor,” ujar Kepala Satuan (Kasat) Sabhara Polres Ketapang, AKP Kombo.

Dia mengungkapkan, para remaja ini membuat jadwal yang tidak tetap, tergantung dengan kesepakatan dalam grup. Maka, dia menambahkan, tidak jarang ketika balapan dilangsungkan, puluhan, bahkan ratusan orang bisa hadir. “Di dalam handphone tersebut terdapat grup WhatsApp. Jadi sebelum mereka balapan liar mereka janjian kapan dan di mana lokasinya,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polres kembali menggelar razia terhadap aksi balap liar di Jembatan Pawan V, Minggu (13/10) dini hari. Sebanyak 63 orang ditangkap dan 93 unit sepeda motor yang digunakan untuk balapan turut diamankan. Razia terhadap balap liar ini dilakukan oleh Satuan Sabhara dan Satuan Lalu Lintas (Lantas) Polres Ketapang. Razia dilakukan di kawasan Jembatan Pawan V yang memang sering dijadikan ajang kebut-kebutan oleh pembalap liar yang rata-rata masih usia remaja. Bahkan, banyak dari mereka yang masih duduk di bangku sekolah. “Ada 46 pelajar yang terjaring razia dari 93 orang yang kita amankan,” kata Kasat Sabhara AKP Kombo.

Kepolisian sendiri masih menyelidiki indikasi taruhan pada ajang balap liar tersebut atau hanya iseng-iseng saja. Namun yang jelas, sebanyak 63 unit sepeda motor ditahan dan 93 orang ikut diamankan mereka. “Kami masih belum berani menyimpulkan, apakah ada perjudian atau taruhan dalam balapan liar ini. Kita masih mendalami,” paparnya.

Kombo menjelaskan, razia terhadap balap liar ini bukan kali pertama dilakukan, bahkan hampir setiap malam dilakukan. Namun para pelakunya, diakui dia, sering kucing-kucingan dengan polisi.
Untuk menekan angka kenakalan remaja, khususnya balapan liar yang saat ini sangat meresahkan masyarakat, ke depan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Mereka akan menggandeng pihak terkait seperti Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), Dinas Sosial, pihak sekolah, dan Polres Ketapang. “Kami meminta kepada orang tua, kepada masyarakat, dan juga pihak sekolah untuk melalukan pengawasan kepada anaknya masing-masing,” imbaunya.

Sementara Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Aditya Octorio, mengaku prihatin banyaknya pelajar yang terjaring razia gabungan tersebut. Menurutnya, ada beberapa pelajar yang masih mencari jati diri dan menonjolkan bakat-bakat di diri mereka. Di antaranya, sebut dia, dengan melakukan balapan liar di tempat umum, yang dapat mengancam keselematan pengendara lainnya.

“Memang kalangan pembalap-pembalap ini didominasi para pelajar yang ingin menonjolkan dirinya sebagai pembalap. Mungkin ada beredar di media sosial ingin dibikinkan sirkuit, itu akan kita coba bahas dengan pihak Pemkab Ketapang,” kata Octorio.

Dia menjelaskan, ada tiga titik yang sering digunakan para pembalap liar ini, yaitu di Jalan Mardeka, Jembatan Pawan V, dan Jalan R Suprapto. Aktivitas balap liar ini, menurut dia, selain membahayakan para pengguna jalan, juga mengganggu waktu istirahat warga sekitar, karena kebisingan suara motor saat melakukan aktivitas balap liar di jalan. “Suara bising mengganggu istirahat. Sedangkan di Jembatan Pawan V sebelum mereka balapan mereka berkumpul, sehingga orang harus menunggu sampai selesai,” paparnya.

Pihaknya akan terus melakukan razia terhadap aksi balap liar ini. Selain mengganggu, menurut dia, juga membahayakan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi agar pengawasan terhadap anak semakin diperketat, di antaranya pengawasan dari orang tua agar tidak memberikan kebebasan kepada anak untuk keluar malam, terlebih menggunakan sepeda motor. (afi) Editor : Super_Admin
#polisi #motor #balap liar #ketapang