Kapolsek Sandai, AKP Riwayansyah, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki siapa tuan kayu tersebut. Karena saat mendatangi lokasi kayu berada, diakui dia, tidak ada yang bersedia mengaku sebagai pemilik kayu. "Lokasinya berada di tepi Sungai Pawan di Desa Randau Jungkal, Kecamatan Sandai. Saat ditemukan kayu sedang ditumpuk di semak-semak," kata Riwayansyah, kemarin (6/3) di Sandai.
Dia menjelaskan, pada Senin (2/3), anggotanya mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya tumpukan kayu jenis belian atau ulin di tepi sungai. Anggotanya langsung menindaklanjuti informasi tersebut dan mendatangi lokasi. Informasi tersebut diakui dia, ternyata benar, namun tidak ada satu orang pun di lokasi tumpukan kayu tersebut.
Dia mengungkapkan, pada saat mendatangi TKP, anggotanya hanya menemukan seorang penjaga bangunan sarang burung walet yang berada di sekitar TKP. Dari informasi yang mereka perolehan bahwa kayu-kayu tersebut berasal dari motor air yang bersandar dan menurunkan kayu di tepi sungai tersebut beberapa hari sebelumnya. "Saksi juga mengaku tidak mengetahui siapa pemilik kayu dan tidak kenal dengan orang yang menurunkan kayu tersebut," ungkapnya.
Saat dilakukan penghitungan, kayu tersebut, menurut dia, berjumlah 200 batang dengan ukuran 8x16 sentimeter dengan panjang 4 meter. "Kami masih menyelidiki siapa orang yang menurunkan kayu-kayu tersebut. Hanya orang itu yang mengetahui siapa pemilik kayu ini. Termasuk dari mana asal kayu dan hendak dikemanakan," paparnya.
Agar kayu-kayu tersebut tidak hilang, pihaknya membawa kayu-kayu tersebut ka Mapolsek Sandai untuk dijadikan barang bukti. (afi) Editor : Super_Admin