Salah satu warga, Toto Saputra (32) mengatakan, kebakaran lahan tersebut terjadi tidak jauh dari Jalan Ketapang-Kendawangan. Api tiba-tiba membesar dari pinggiran jalan raya. Banyak pengendara tidak berani melintas sampai api mulai bergeser menjauhi badan jalan.
"Waktu saya melintas kondisi api memang cukup besar. Sangat dekat dengan jalan raya. Jadi saya dan pengendara lain terpaksa berhenti untuk menghindari kobaran api. Kemudian kami menelefon petugas pemadam. Setelah api menjauh dari jalan baru kami melintas," katanya, kemarin (18/2).
Dia menjelaskan, di sekitar kobaran api dan sepanjang jalan memang banyak terdapat semak belukar kering. Menurutnya, di lokasi tersebut memang kerap menjadi langganan kebakaran di musim kemarau. Kebakaran tersebut apakah disengaja atau tidak, namun yang jelas kebakaran lahan di lokasi tersebut harus segera ditindaklanjuti agar tidak terulang lagi.
Menurutnya, di lokasi yang sering terjadi kebakaran tersebut hendaknya dibangun waduk atau parit sebagai antisipasi jika kebakaran terjadi, maka petugas dengan mudah memadamkan api. "Memang kawasan itu sepanjang jalan banyak hutan dan semak belukar. Tidak ada sumber air tawar, karena kawasan pesisir pantai. Seharusnya dibangun waduk atau parit untuk menampung air, karena kawasan itu memang langganan kebakaran setiap tahun," ungkapnya.
Setelah satu jam membara, akhirnya petugas dari BPBD Ketapang tiba di lokasi kebakaran. Untuk tiba di lokasi, dibutuhkan waktu yang cukup lama karena berjarak cukup jauh dari Kota Ketapang, terlebih lagi kondisi jalan rusak yang juga menjadi kendala petugas untuk menuju ke lokasi kejadian.
Komandan Regu BPBD Ketapang, Wahyu, mengatakan setiba di lokasi pihaknya langsung melakukan pendinginan di lokasi kebakaran serta memblokade pergeseran api agar tidak semakin menyebar ke kawasan sekitar. Menurutnya, lokasi tersebut merupakan kawasan semak belukar yang sudah mulai mengering karena sudah sekitar dua pekan tidak turun hujan.
"Kami sudah berupaya untuk sampai dengan cepat ke lokasi kebakaran, namun karena kondisi jalan rusak dan jarak yang cukup jauh, sekitar satu jam lebih perjalanan kita baru tiba ke lokasi. Kami langsung melakukan blokade api agar tidak menyebar, serta pendinginan di kawasan titik api. Lahan yang terbakar sekitar dua hektare," katanya.
Selain itu, karena tak ada sumber air di kawasan tersebut, pihaknya harus mengandalkan air dari mobil tangki yang dibawa untuk melakukan proses pemadaman. Pihaknya juga sempat memadamkan api yang membakar bagian luar salah satu pondok petani yang beradadi sekitar lokasi.
"Memang tadi kita sudah mengetahui bahwa di sana tak ada sumber air, belajar dari pengalaman kita tahun sebelumnya, jadi kita bawa mobil tangki untuk digunakan di lapangan. Alhamdulillah kita berhasil menyelamatkan salah satu pondok petani yang hampir terbakar," paparnya.
Sejumlah titik api terpantau di beberapa titik di Ketapang. Seluruh armada pemadam kebakaran dari Manggala Agni, BPBD, dan Damkar Pemda Ketapang terus bersiaga di titik-titik rawan. Hal ini dilakukan untuk mencegah musibah kebakaran hutan dan lahan yang cukup parah seperti tahun sebelumnya. (afi) Editor : admin2