Farhan mengatakan, peranan dunia pendidikan sangat penting, terutama bidang keagamaan. Karenanya, atas nama pemkab Ketapang sangat mengapresiasi dunia pendidikan keagamaan. "Diresmikannya bangunan Asrama santri Pondok Pesantren Mambaul Khairat, artinya secara tidak langsung telah membantu pemerintah dalam rangka pengembangan sumber daya manusia," kata Farhan.
Farhan mejelaskan, di era saat ini santri tidak hanya belajar keagamaan, tetapi juga harus bisa menekuni bidang umum. Dengan harapan ke depan banyak profesi yang bisa dipegang seorang santri. "Sekarang santri menjadi generasi milenial yang ideal. Mulai mempelajari bidang umum lainnya agar ke depan banyak profesi-profesi yang dipegang santri. Sebab santri bisa menjadi pemimpin di masa mendatang," jelasnya.
Pemerintah Daerah Ketapang, lanjut Farhan, akan selalu mengapresiasi dan terus mendukung pembangungan sarana pendidikan seperti pondok pesantren. Keberadaan pondok dapat memberikan warna dan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar, khusussnya dan dunia pendidikan pada umumnya.
"Agama salah satu penentu kualitas bangsa Indonesia. Untuk itu peranan pondok pesantren adalah sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, serta agen pembangunan dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang agamis," ungkapnya.
Di akhir sambutan, Farhan, mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan daerah. Dengan demikan, semua yang menjadi visi misi Bupati dan Wakil Bupati akan terwujud dengan baik. "Mari kita bersama-sama membangun daerah dengan tugas kita masing-masing. Masing-masing dari kita memiliki peranan untuk membangun Ketapang," ajaknya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Ketapang, Mathoji, Asisten II Sekda, Marwan Noor, anggota Komisi III DPRD Ketapang, Abdul Sani, daN Sekretaris DPRD Ketapang, Maryadi Asmu'ie. (afi) Editor : admin2