Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Lagu Babilakng Ka Motih Onu Sabet Juara I

Administrator • Jumat, 30 April 2021 | 09:48 WIB
JUARA I : Alexander Wilyo, palantun lagu Babilakng Ka Motih Onu, yang berhasil menjadi juara I lomba lagu Dayak tingkat Provinsi Kalbar.IST
JUARA I : Alexander Wilyo, palantun lagu Babilakng Ka Motih Onu, yang berhasil menjadi juara I lomba lagu Dayak tingkat Provinsi Kalbar.IST
KETAPANG - Salah satu lagu Dayak asal Kabupaten Ketapang berhasil meraih juara satu dalam lomba lagu daerah tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar pada 25 April lalu. Lagu berjudul "Babilakng Ka Motih Onu" ciptaan Thomas Tion Sution dan dinyayikan Alexander Wilyo. Syair berbahasa Dayak Kualan ini berhasil memperoleh total nilai 2.389.

Pelantun lagu tersebut, Alexander Wilyo, mengaku tidak menyangka lagu yang dinyayikannya bisa meraih juara satu dalam lomba tingkat Provinsi Kalbar. Menurutnya, lagu yang baru tercipta beberapa pekan lalu memang sengaja diikutsertakan pihaknya dalam lomba tanpa memikirkan menang atau kalah. "Ternyata dipilih menjadi juara satu. Kita sangat bersyukur karena biasanya daerah yang punya lagu Dayak bagus itu dari Sintang, Landak dan lainnya," katanya, kemarin (29/4).

Alex menerangkan, lagu ini diciptakan sebagai wujud kecintaan terhadap tradisi seni dan budaya khususnya yang ada di Ketapang. "Tujuannya agar semua pihak, khususnya anak-anak muda, tahu budaya daerah atau ritual adat melalui lagu. Ada nilai-nilai khusus yang mau disampaikan melalui lagu, di antaranya mengangkat adat budaya asli Ketapang," jelasnya.

Alex menilai, lagu ini memiliki ciri khas tersendiri dan juga unik. Hal tersebut menurutnya kebanyakan lagu pop kreasi hanya bernuansa Dayak. Sedangkan lagu ini seperti ada ritual adat dan tidak bisa dibuat berjodeg layaknya lagu lain. "Lagu ini berisi bahasa-bahasa adat untuk berdoa kepada tuhan atau kami bilang 'Duwata'. Tidak semua paham isinya terutama anak muda yang tidak mempelajari adat, namun kalau sering mengikuti acara adat pasti paham dan senang mendengar lagu ini," ungkapnya.

Alex berharap, melalui lagu ini semoga ke depan makin banyak orang yang turut melestarikan adat budaya dengan caranya masing-masing, termasuk dalam sebuah lagu. Sama halnya yang dilakukan dirinya beserta pihak yang terlibat dalam pembuatan lagu ini.

Meskipun diakuinya dirinya hanya memiliki suara yang pas-pasan, namun karena semangat untuk melestarikan adat istiadat dan budaya dirinya memiliki motovasi dalam hal ini. "Saya hanya punya semangat untuk melestarikan adat istiadat dan budaya saja," akunya.

Untuk itu, Alex juga berharap semoga dengan mendengarkan lagu ini anak-anak muda dan generasi seterusnya bisa mengetahui khususnya adat istiadat dan budaya Dayak. Mereka bisa lebih mudah dan tertarik mengetahuinya karena dinyayikan. Selain itu dia juga berharap agar para generasi penerus tidak malu mengaktualisasikan adat budaya lokal yang ada, sebab adat istiadat sebenarnya merupakan kekayaan dan kelebihan yang dimiliki Indonesia.

"Mari mengaktualisasikannya dalam kehidupan. Baik dalam seni budaya seperti lagu ini, tarian, gambar, tulisan atau lain sebagainya sesuai minat dan bakat masing-masing," pungkasnya. (afi) Editor : Administrator
#Lagu