Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rakor Penanggulangan Banjir Ajak Perusahaan Perbaiki Jalan Terdampak

Misbahul Munir S • Kamis, 20 Oktober 2022 | 12:15 WIB
RAPAT PEMBAHASAN: Rapat kerja pembahasan perubahan status jalan Provinsi menjadi jalan nasional di Gedung DPRD Kayong Utara, Rabu (15/7). PAGE FACEBOOK DPRD KAYONG UTARA
RAPAT PEMBAHASAN: Rapat kerja pembahasan perubahan status jalan Provinsi menjadi jalan nasional di Gedung DPRD Kayong Utara, Rabu (15/7). PAGE FACEBOOK DPRD KAYONG UTARA
KETAPANG – Banjir di Ketapang masih menerjang sejumlah wilayah. Selain merendam permukiman warga, banjir juga merendam fasilitas umum dan infrastruktur jalan dan jembatan. Salah satunya ruas jalan nasional di Kecamatan Nanga Tayap.

Banjir yang merendam jalan nasional, tepatnya ruas Nanga Tayap – Sungai Kelik, mengganggu transportasi. Banyak kendaraan tidak bisa melintas dan harus berputar arah menggunakan jalur lain dan tentunya menempuh jarak yang lebih jauh.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo, menggelar rapat dengan instansi dan pihak swasta, Rabu (19/10). Rapat yang digelar di Kantor Bupati Ketapang tersebut untuk menanggulangi jalan yang tergenang banjir tersebut.

"Rapat koordinasi dan evaluasi ini sebagai langkah penanganan tanggap siaga banjir yang terjadi di jalan dan jembatan pada ruas Jalan Nanga Tayap-Sungai Kelik. Ini merupakan kerja sama program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan," kata Alex.

Rapat tersebut menghasilkan beberapa poin kesepakatan. Di antaranya Camat Nanga Tayap ditunjuk sebagai koordinator lapangan dibantu Kepala Desa Nanga Tayap, Kepala Desa Lembah Hijau I, Kepala Desa Lembah Hijau II, dan Kepala Desa Sungai Kelik serta Forum Peduli Infrastruktur Nanga Tayap.

Beberapa perusahaan ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan berupa penimbunan dan pemeliharaan jalan dengan komposisi tanah laterit dan batu sesuai hasil rapat teknis dan survei. Beberapa perusahaan yang ditunjuk yaitu, PT. Sepanjang Inti Surya Mulia, PT. Suka Jaya Makmur, PT. Agro Lestari Mandiri, PT. Ladang Sawit Mas, PT. Mantap Andalan Unggul, dan PT. Lestari Gemilang Intisawit.

Survei teknis penentuan titik prioritas penanganan dilaksanakan mereka hari ini (20/10). "Target waktu penyelesaian pekerjaan disepakati paling lambat 31 Oktober 2022," ungkap Sekda.

Dia menjelaskan, hasil dari rapat tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan terjun langsung ke lapangan. "Hasil dari rapat ini dijadikan sebagai komitmen dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, karena ini disepakati oleh seluruh peserta rapat berdasarkan daftar hadir," ungkapnya. (afi) Editor : Misbahul Munir S
#perusahaan #penanggulangan banjir #Perbaiki Jalan Terdampak #rakor #pemkab