Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wabup Ketapang Ungkap Lima Langkah Strategis Kembangkan Potensi Daerah

Misbahul Munir S • Selasa, 2 Mei 2023 | 12:45 WIB
DANA HIBAH: Sekretaris Daerah Ketapang, Farhan, menyerahkan dana hibah pembangunan TPA Alfalah di Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Jumat (26/6) lalu. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST
DANA HIBAH: Sekretaris Daerah Ketapang, Farhan, menyerahkan dana hibah pembangunan TPA Alfalah di Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Jumat (26/6) lalu. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST
KETAPANG – Wakil Bupati (Wabup) Ketapang Farhan mengungkapkan lima langkah strategis untuk mengembangkan potensi daerah. Lima langkah strategis tersebut disampaikan dia saat memimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVII di Kantor Bupati Ketapang, Sabtu (29/4).

Pertama, sebut dia, perlunya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat. Kedua, dia berharap agar Pemerintah Pusat mengurangi kontrol dan memperbanyak melakukan pembinaan dan bantuan keuangan kepada daerah, sehingga daerah mampu mengembangkan potensi daerahnya. Ketiga, lanjut Farhan, Pemerintah Pusat berorientasi global dan memanfaatkan daerah sebagai supporting dan kompetitif di pasar global. Keempat, diharapkan dia mengenai pemanfaatan APBN dan APBD yang diarahkan pada tercapainya sasaran peningkatan potensi daerah. Terakhir, sebut dia, penguatan peran Gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat di daerah sekaligus menjadi intermediari dalam mengembangkan daerah.

"Apabila setiap daerah memiliki satu saja produk unggulan, maka itu berarti Indonesia akan memiliki 498 produk unggulan di dunia, termasuk di dalamnya produk unggulan Kalimantan Barat. Dengan ini, Indonesia bisa menguasai pasar dunia," tutup Farhan.

Pemerintah Kabupaten Ketapang melaksanakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVII dengan mengusung tema Otonomi Daerah Maju, Indonesia Unggul. Upacara diikuti oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pejabat Eselon III di lingkungan Pemkab Ketapang.

Farhan mengatakan, pelaksanaan otonomi daerah memberikan dampak positif. Di antaranya, sebut dia, daerah memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan dan membangun daerah dengan mengoptimalkan potensi yang ada. Kemudian, di sisi lain, dia menambahkan mengenai bertumbuhnya demokrasi pada tingkat lokal melalui Pilkada dan Pilkades secara langsung, tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, dan memperpendek rentang kendali baik dalam pembangunan maupun pelayanan publik.

"Selain memiliki dampak positif, otonomi daerah juga dapat menyebabkan dampak negatif seperti eksploitasi besar-besaran sumber daya alam, kolaborasi elit dan pengusaha dalam mengeksploitasi daerah untuk mencari keuntungan tanpa peduli dengan masyarakat, koruptif pejabat daerah, konflik saat Pilkada dan kesenjangan antara daerah yang pendapatannya tinggi dengan daerah yang masih berkembang," kata Farhan. (afi) Editor : Misbahul Munir S
#otonomi daerah #potensi daerah #wabup ketapang #langkah strategis