Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Akses Sulit dan Pemasaran Jadi Kendala Kembangkan Potensi Hutan di Desa Beringin Rayo

Syahriani Siregar • Senin, 4 September 2023 | 19:50 WIB

Area Kebun Desa Beringin Rayo
Area Kebun Desa Beringin Rayo

TUMBANG TITI - Desa Beringin Rayo yang terletak di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, memiliki hutan desa dengan potensi alam berlimpah seperti kayu gaharu, damar, rotan dan sebagainya. Namun, akses menuju hutan desa dan sulitnya pemasaran produk hutan masih menjadi kendala utama memaksimalkan produk hutan secara berkelanjutan.

“Di hutan desa banyak sekali potensi alamnya seperti hasil non kayu yakni gaharu, damar, rotan dan lain-lain,” kata Anwan, Kepala Desa Beringin Rayo.

Potensi alam juga menjadi suguhan pariwisata yang bisa dioptimalkan, seperti keberadaan air terjun. Hanya saja, untuk mengakses ke hutan desa, cukup sulit karena jaraknya cukup jauh. 

Neriana, salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), mengatakan perempuan-perempuan di desa ini memiliki semangat untuk menghasilkan produk untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Salah satu produk yang dihasilkan adalah membuat rebung kering yang nantinya dijual.

Hanya saja, kata dia, pemasaran menjadi salah satu kendala yang dimiliki oleh masyarakat Desa Beringin Rayo, dalam menjual produknya. 

“Kita ibu-ibu disini siap dan sanggup untuk berkebun atau bikin apa saja, tapi memang kendalanya di pemasaran itu,” tutur Neriana.

Ia berharap bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa memberdayakan perempuan-perempuan sehingga memiliki kegiatan selain mengurus rumah tangga, juga dapat menghasilkan uang sendiri.

Senada, Tuti selaku Pendamping Desa mendorong terbentuknya BUMDes. Keberadaan BUMDes ini tentunya dikelola masyarakat desa yang keuntungannya dikembalikan oleh desa.

“Tentunya yang dikembangkan adalah semua potensi yang ada di desa,” ucapnya.

Ronny Christianto dari Yayasan Sangga Bumi Lestari menilai penting untuk mendukung perhutanan sosial melalui peraturan-peraturan desa, anggaran pendapatan desa dan bahkan perhutanan sosial harus menjadi bagian dari badan usaha milik desa yang kedepannya jika dikelola dengan baik dan benar akan bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat.

“Bagaimana caranya perhutanan sosial kemudian bisa menjadi pembangunan desa maka yang paling pertama kali lakukan adalah datang ke desa dan berdiskusi dengan pengurus desa serta LDPH untuk melihat apa yang sudah terjadi saat ini,” tuturnya.

Ronny juga menyampaikan bahwa perhutanan sosial disiapkan oleh pemerintah untuk diakses oleh desa-desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Oleh sebab itu, Yayasan Sangga Bumi Lestari datang ke desa untuk berdiskusi bersama masyarakat desa guna memikirkan dan merancang masa depan yang lebih baik melalui perhutanan sosial dan pembangunan desa. (sti/ser)

Editor : Syahriani Siregar
#tumbang titi