Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Desa Nanga Tayap Harap Bisa Hijaukan Lahan dengan Tanaman Hutan

Syahriani Siregar • Senin, 4 September 2023 | 20:09 WIB

Potensi air terjun di Desa Nanga Tayap
Potensi air terjun di Desa Nanga Tayap

NANGA TAYAP - Masyarakat Desa Nanga Tayap berharap bisa menghijaukan kembali lahan mereka dengan tanaman tumbuhan dan tanaman hutan. Desa yang berlokasi di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang masih memanfaatkan hutan desa serta melestarikan nilai-nilai adat yang sudah ada.

“Nilai-nilai yang didapatkan masyarakat sekitar untuk di kawasan hutan desa Rimbak Sangiang ini, nilai kulturnya tadi yaitu nilai adatnya,” jelas Deri Irawan, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD).

Dia mengatakan, beberapa kegiatan adat yang yang dilakukan di desa itu masih memanfaatkan barang-barang yang terdapat kawasan hutan desa. Deri juga menuturkan bahwa adat istiadat tersebut sudah dilakukan secara turun temurun. Selain itu, dari segi ekonomi juga ada namun masih skala kecil seperti ekowisata yang secara alami terbentuk dan sering dikunjungi oleh masyarakat.

“Masyarakat membuka akses jalan walaupun masih jalan setapak sehingga tempat tersebut bisa dikunjungi untuk berwisata. Itu juga mereka mendapatkan nilai ekonomi dari parkir dan sebagainya,” lanjutnya.

Deri juga menyebutkan bahwa salah satu mimpi masyarakat desa Nanga Tayap dan perlahan sedang diwujudkan adalah bisa menghijaukan kembali lahan atau kawasan yang terbuka dengan tanaman tumbuhan dan tanaman hutan seperti durian dan sebagainya.

Kepala Desa Nanga Tayap, Hapit Fathurrahman, menambahkan bahwa hutan desa memiliki beberapa potensi terutama dalam potensi wisata seperti air terjun Nibong Meletop di Dusun Sebuak, serta air terjun pertanian dan air bersih.

“Kami terkendala oleh dana. Kemarin kami sudah menandatangani MoU dengan PT BGA namun memang belum ada realisasinya,” katanya.

Ronny Christianto dari Yayasan Sangga Bumi Lestari menilai penting untuk mendukung perhutanan sosial melalui peraturan-peraturan desa, anggaran pendapatan desa dan bahkan perhutanan sosial harus menjadi bagian dari badan usaha milik desa yang kedepannya jika dikelola dengan baik dan benar akan bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat.

“Bagaimana caranya perhutanan sosial kemudian bisa menjadi pembangunan desa maka yang paling pertama kali lakukan adalah datang ke desa dan berdiskusi dengan pengurus desa serta LDPH untuk melihat apa yang sudah terjadi saat ini,” katanya.

Ronny juga menyampaikan bahwa perhutanan sosial disiapkan oleh pemerintah untuk diakses oleh desa-desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Oleh sebab itu, Yayasan Sangga Bumi Lestari datang ke desa untuk berdiskusi bersama masyarakat desa untuk memikirkan dan merancang masa depan yang lebih baik melalui perhutanan sosial dan pembangunan desa.

“Harapan kami semoga pihak instansi-instansi terkait bisa memberikan dorongan dan bantuan yang nyata seperti akses jalan untuk datang ke sumber air, agar kita lebih enak untuk mengelolanya dan juga memperbesar pipa airnya agar debit air lebih banyak. Selain itu, fasilitas-fasilitas lain juga didukung,” harap Tomi Kristiawan, salah satu masyarakat desa Nanga Tayap.

Deri, selaku ketua LPHD Nanga Tayap, juga berpesan kepada mitra-mitra yang sudah sepakat bekerjasama dengan desa untuk lebih serius membantu tidak hanya dari segi material tetapi juga segi emosional.

“Kami juga berharap kedepannya dari pihak desa dapat menganggarkan agar lebih nyaman untuk merancang dan merelisasikan segala sesuatu yang beraktivitaskan di hutan desa,” tutupnya. (sti/ser)

Editor : Syahriani Siregar
#Nanga Tayap #hutan desa