KETAPANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menggunakan pakaian batik, dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, kemarin (2/10).
Hal tersebut diungkapkan Sekda, saat memimpin apel pagi di lingkungan Sekretarat Daerah Ketapang, Senin (2/10) pagi.
“Ini sebagai bentuk kita menjaga menghargai warisan yang dimiliki bangsa ini,” terangnya.
Dalam apel tersebut, Alex mengingatkan agar seluruh ASN hingga tenaga kontrak untuk terus meningkatkan disiplin.
“Terkait disiplin, kita semua jangan sampai kendor. Harus konsisten meningkatkan disiplin agar kinerja semakin baik. Jika disiplin menjadi kebiasaan, maka segala pekerjaan terasa mudah dilakukan,” pesan Alex.
Dia menambahkan, selain disiplin, juga harus dibarengi dengan kejujuran serta bekerja ikhlas agar pelayanan yang diberikan untuk masyarakat Ketapang semakin maksimal.
“Ini selalu saya ingatkan setiap kesempatan terutama pada apel, sebagai ikhtiar kita untuk sama-sama saling mengingatkan demi sesuatu lebih baik,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alex juga meminta kepada para Asisten dibantu Staf Ahli Bupati untuk segera memimpin rapat terkait evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan.
“Ini sebagai cara untuk melihat apa-apa saja kegiatan yang berhasil dilakukan dan apa yang perlu kita evaluasi untuk ke depan agar semakin lebih baik,” nilainya.
Alex juga menambahkan, dirinya memintar agar kantin-kantin yang berada di lingkungan Sekretariat Daerah dapat ditata dan dikelola dengan baik. Supaya nantinya, diharapkan dia, bisa menjadi alternatif sebagai tempat rapat dan coffee morning.
Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Peringatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk melestarikan budaya batik Indonesia.
Batik adalah seni tradisional Indonesia yang dihasilkan dengan teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam (lilin) untuk membuat pola-pola indah pada kain.
Pada 2 Oktober 2009, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan penetapan hari batik nasional. Keppres ini diteken pada 17 November 2009.
Ditetapkannya Hari Batik Nasional bersamaan dengan ditetapkannya Batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi yang berasal dari Indonesia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. (afi)
Editor : A'an