KETAPANG - Dentuman meriam Padam Pelite yang disulut Bupati Ketapang, Martin Rantan, menjadi penanda dimulainya Karnaval Sungai Pawan. Puluhan perahu hias berlayar di Sungai Pawan, area Keraton Matan Tanjungpura, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Jumat (27/10).
Dari puluhan kato hias, terdapat delapan Perahu Lancang Kuning yang ikut berlayar dari area Keraton Matan Tanjungpura hingga ke kawasan Taman Merdeka Kecamatan Delta Pawan.
Martin mengatakan, kebudayaan seperti ini menjadi salah satu aset daerah. Ini harus tetap dijaga dan kembangkan. Dia tidak ingin adat kebudayaan lokal Kabupaten Ketapang luntur akibat dari perkembangan zaman dan pengaruh budaya luar.
“Kebudayaan ini tak boleh hilang. Harus tetap dijaga, untuk menjadi khaznaah daerah maupun budaya nasional,” ucap Beliau
Sementara, Ketua Panitia Napak Tilas, Gusti Kamboja, mengatakan sedikitnya dua puluhan kato hias dan delapan Perahu Lancang Kuning ambil bagian dalam menyemarakkan Karnaval Sungai Pawan tersebut. “Ada sekitar dua puluh kato hias, lancang kuning ada delapan. Ada juga yang swadaya masyarakat, untuk memeriahkan saja, itu ada sekitar tiga puluhan perahu,” kata Kamboja.
Kamboja menyebut, Karnaval Sungai Pawan ini merupakan rangkaian dari napak tilas. Acara seperti ini juga untuk menghidupkan kembali peradaban sungai.
“Ini juga dapat jadi wisata unggulan kedepan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Upaya kita membranding Sungai Pawan menjadi satu di antara destinasi wisata di Kabupaten Ketapang,” papar Kamboja. (afi)
Editor : A'an