KETAPANG – Napak Tilas Perjuangan, Pembangunan dan Budaya Kabupaten Ketapang tahun 2023, sukses digelar. Kegiatan yang dimulai sejak 21 Oktober, secara resmi ditutup Bupati Ketapang, Martin Rantan, Sabtu (28/10) malam. Acara penutupan berlangsung di Balai Sungai Kedang yang dihadiri ribuan warga Ketapang.
Penutupan ditandai dengan penekanan tombol sirine secara bersama-sama oleh bupati dan wakil bupati beserta jajaran Forkopimda, Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris Panitia Napak Tilas 2023.
Martin mengajak seluruh panitia yang terlibat serta masyarakat untuk mensyukuri seluruh rangkaian acara Napak Tilas yang berjalan lancar, aman, dan meriah. Mulai dari pembukaan pada 21 Oktober sampai dengan puncak acara 28 Oktober 2023 yang juga bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda.
"Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 memberikan pelajaran kepada kita bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras dan kultur, serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan, bukan sebagai faktor yang melemahkan. Sejarah telah menjelaskan bahwa, pilihan pemuda waktu itu telah menjadi tonggak kuat menuju kemerdekaan," kata Martin.
Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda itu, dia mengingatkan kembali tonggak perjuangan telah ditanam oleh para pahlawan daerah, yaitu Uti Usman, Panglima Tentemak, Kenduruhan Bajir, dan para pejuang Perang Kedang Tumbang Titi pada 1914.
"Semangat para pejuang Perang Kedang harus menyala dalam setiap insan di Kabupaten Ketapang, untuk bersama-sama membangun dan mengisi pembangunan di Kabupaten Ketapang, kabupaten yang kita cintai," ajaknya.
Martin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum napak tilas ini untuk meningkatkan semangat bersama membangun Kabupaten Ketapang yang semakin sejahtera dan maju. "Terima kasih keluarga besar pahlawan daerah Panglima Tentemak, Uti Usman, Kenduruhan Bajir serta masyarakat Kecamatan Tumbang Titi, Matan Hilir Selatan, Benua Kayong dan seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang atas dukungan pelaksanaan napak tilas 2023," ungkapnya.
Martin mengucapkan terima kasih kepada Pj. Gubernur Kalimantan Barat, Pangdam XII Tanjungpura, Kajati Kalimantan Barat, Kapolda Kalimantan Barat, Danlantamal XII Pontianak, Danrem 121/ABW, dan Forkopimda Provinsi Kalbar yang telah berkenan menghadiri rangkaian acara Napak Tilas 2023.
Selain itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Kabupaten Ketapang yang telah terlibat aktif di seluruh rangkaian Napak Tilas 2023. "Terima kasih kepada ketua panitia beserta seluruh jajaran, para kepala OPD dan jajaran, para camat, para kepala desa dan semua pihak yang terlibat yang telah bekerja keras dan kompak sehingga acara Napak Tilas 2023 dapat berjalan lancar dan sukses," pungkas Martin.
Kegiatan Napak Tilas ini sendiri dibuka sejak 21 Oktober lalu. Ribuan warga kala itu memadati lokasi pembukaan Napak Tilas 2023 di Balai Sungai Kedang, Kompleks Pendopo Bupati Ketapang. Selain menyaksikan hiburan yang ditampilkan sebelum pembukaan, warga dapat melihat stan pameran yang berada di sisi kiri dan kanan lokasi lapangan. Begitu juga stan UMKM yang tertata dengan baik di lapangan.
Selain hiburan musik, penampilan seni tari, yakni Tari Pasundan juga disuguhkan saat menyambut kedatangan rombongan Bupati Ketapang bersama tamu VVIP. Tak kalah penting dalam malam pembukaan ditampilkan opera perjuangan Gusti Tentemak, Uti Usman dan Panglima Bajir dalam peristiwa perang Kedang. Satu jam 20 menit opera ini berlangsung menjadi warga semakin memahami perjuangan sejarah.
Ketua Umum Panitia Napak Tilas, Gusti Kamboja, mengatakan perhelatan napak tilas perjuangan, pembangunan dan budaya Kabupaten Ketapang tahun 2023 merupakan implementasi dari rencana pembangunan menengah daerah yang terintegrasi sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah Ketapang untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs).
“Dalam agenda Napak Tilas tahun 2023 ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang setidaknya berupaya untuk mengakselerasi pilar pembangunan sosial budaya, pilar pembangunan ekonomi dan pilar pembangunan lingkungan dalam SDGs yang dilakukan secara kolaborasi dengan pelibatan seluruh pemangku kepentingan yaitu pemerintah, parlemen, filantropi, pelaku usaha,akademisi, organisasi kemasyarakatan dan media,” katanya.
Dia menjelaskan, kolaborasi tersebut diwujudkan dalam Keputusan Bupati Ketapang pada susunan kepanitian dan pembiayaan kegiatan napak tilas itu sendiri dan upaya untuk closing the gap dari pelaksanaan SDGs di Kabupaten Ketapang. “Nama Napak Tilas yang digunakan dalam perhelatan akbar ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk mengenang kembali peristiwa perang Tumbang Titi atau lebih dikenal sebagai Perang Kedang tahun 1914,” jelasnya. (afi)
Editor : A'an