Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hilang Kendali, Mobil Distanakbun Ketapang Tabrak Pohon di Jalan Trans Kalimantan

A'an • Rabu, 3 Januari 2024 | 13:22 WIB
LAKA TUNGGAL: Mobil Distanakbun Ketapang rusak parah setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Trans Kalimantan, Senin (1/1) sore.
LAKA TUNGGAL: Mobil Distanakbun Ketapang rusak parah setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Trans Kalimantan, Senin (1/1) sore.

KETAPANG - Mobil Dinas Pertanian, Peteranakan dan Perkebunan (Disnatanakbun) Ketapang, mengalami kecelakaan, Senin (1/1). Kepala Distanakbun Ketapang, L Sikat Gudag, yang menumpangi mobil tersebut mengalami luka-luka.

Kecelakaan tunggal tersebut terjadi di Jalan Trans Kalimantan tepatnya di Dusun Engkadin, Desa Sepakat Jaya, Kecamatan Nanga Tayap pada Senin (1/1) sekitar pukul 17.00 WIB. Di dalam mobil terdapat tujuh orang, termasuk Kepala Distanakbun.

Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Angga Pribadi, mengatakan kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal dan tidak melibatkan kendaraan lain.

Mobil menabrak pohon akibat hilang kendali. "Mobil keluar jalur dan menabrak pohon yang berada di tepi jalan," katanya, Selasa (2/1).

Dia menjelaskan, dari keterangan saksi mata di lokasi kejadian kecelakaan bermula saat mobil minibus jenis Toyota Hilux tersebut melaju dari arah Kecamatan Sandai menuju ke arah Kecamatan Nanga Tayap.

Sesampainya di lokasi kejadian, tiba-tiba mobil hilang kendali dan keluar jalur hingga akhirnya menabrak pohon.

Kuatnya hantaman membuat bagian depan mobil rusak parah. Ketujuh penumpang di dalam mobil yang merupakan keluarga L Sikat Gudang selamat.

Namun mengalami luka-luka, termasuk L Sikat Gudag yang mengalami luka di bagian punggung.

"Ketujuh penumpang mobil mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Nanga Tayap untuk menjalani perawatan," ungkapnya.

Mobil yang mengalami kecelakaan sudah dievakuasi dengan bantuan dari warga sekitar. "Untuk para penumpang saat ini sudah dirujuk ke Ketapang untuk penanganan medis lebih lanjut," papar Angga.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat penggunan jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas pada saat berkendara, saling menghargai dengan sesama pengguna jalan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan.

Baca Juga: Rapat Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah, Harisson Harap Semua Lini Tingkatkan Prestasi

"Pastikan kondisi tubuh dalam kondisi sehat dan fit. Beristirahat apabila mengantuk dan dirasa perlu.

Serta tetap berhati-hati dalam berkendara, mengingat sebagian besar wilayah Kabupaten Ketapang pada awal tahun 2024 mengalami musim penghujan yang dapat meningkatkan potensi kerawanan berlalu lintas," pungkasnya. (afi)

Editor : A'an
#kecelakaan #ketapang #Disnatanakbun #trans kalimantan