Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemerintah Kabupaten Ketapang Tetapkan 14 Desa Lokus Stunting

A'an • Selasa, 6 Februari 2024 | 12:35 WIB

 

MENGENDONG BAYI: Ketua TP PKK Kabupaten Ketapang, Elisabeth Betty Martin, menggendong bayi saat memberikan makanan tambahan kepada bayi yang terindikasi stunting di halaman Kantor Camat Jelai Hulu.
MENGENDONG BAYI: Ketua TP PKK Kabupaten Ketapang, Elisabeth Betty Martin, menggendong bayi saat memberikan makanan tambahan kepada bayi yang terindikasi stunting di halaman Kantor Camat Jelai Hulu.

RIAM KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang telah menetapkan lima kecamatan dengan 14 desa lokus stunting di tahun 2024.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Ketapang, Martin Rantan, saat menghadiri pemberian makan tambahan bayi stunting di halaman Kantor Camat Jelai Hulu, Sabtu (3/2).

Martin mengungkapkan bahwa jumlah tersebut turun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 27 desa lokus stunting.

"Di wilayah Desa Periangan ini diperoleh data balita stunting 8,33 persen atau tiga balita dari jumlah 36 balita yang diukur.

Wasting 5,56 persen atau dua balita, dan underweight 2,78 persen atau satu balita," jelasnya.

Dia menegaskan, stunting merupakan persoalan nasional dan Kabupaten Ketapang menjadi salah satu dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dengan permasalahan stunting.

"Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang sangat mendukung penurunan target stunting hingga 14 persen pada Tahun 2024.

Menjadi tanggung jawab bersama untuk bekerja lebih keras menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 8,3 persen untuk menuju angka 14 persen di tahun 2024," ungkap Martin.

"Maka diharapkan partisipasi OPD, camat, kepala desa, kader-kader dan masyarakat untuk meningkatkan kunjungan balita ke Posyandu dan lebih memperhatikan pola hidup bersih dan sehat," lanjut Martin.

Selain itu, menjadi fokus bersama dalam memerangi stunting, yaitu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, memberikan asi eksklusif sampai bayi berusia enam bulan, memberikan MPASI yang kaya protein hewani untuk mencegah stunting, menerapkan pola asuh anak yang baik dan benar, terus memantau tumbuh kembang anak setiap bulan di Posyandu dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

"Mari kita bergandengan tangan bekerja secara profesional dan bersungguh-sungguh, sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing, untuk mengemban amanah kemanusiaan dalam menyelamatkan generasi kita agar menjadi generasi yang berkualitas dan bertumbuh menjadi sosok yang berharga dan membanggakan di masa depan bagi daerah Kabupaten Ketapang," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan bantuan kepada balita yang terindentikasi stunting, pemberian bantuan pangan kepada masyarakat membutuhkan dan penyerahan KTP Elektornik dari Disdukcapil Ketapang.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didamping Sekretaris Daerah Ketapang Alexander Wilyo. Acara tersebut dirangkai dengan demo gizi oleh Dinas Kesehatan, PKK Ketapang dan Dharmawanita Ketapang. (afi)

Editor : A'an
#stunting #desa lokus stunting #ketapang #pemkab