Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Teken Kerja Sama Kembangkan Potensi Pangan di Kabupaten Ketapang

A'an • Jumat, 26 April 2024 | 14:17 WIB
KERJA SAMA: Pelaku UMKM menandatangani kerja sama dengan Politeknik Negeri Ketapang dalam rangka pengembangan potensi daerah, khususnya pangan.
KERJA SAMA: Pelaku UMKM menandatangani kerja sama dengan Politeknik Negeri Ketapang dalam rangka pengembangan potensi daerah, khususnya pangan.

KETAPANG - Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengikuti lokakarya dan business matching yang digelar Politeknik Negeri Ketapang di salah satu hotel di Kota Ketapang, Kamis (25/4).

Kegiatan ini dalam rangka penguatan kemitraan pendidikan tinggi vokasi dengan dunia kerja dan dunia industri.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Devy Harinda, ini juga merupakan program penguatan ekosistem kemitraan untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah.

Devy mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam membangun kerja sama yang kuat untuk memajukan potensi daerah.

"Kabupaten Ketapang memiliki kekayaan alam, kanekaragaman budaya, dan potensi sumber daya manusia yang melimpah.

Namun, untuk mengoptimalkan potensi ini, kita perlu memperkuat ekosistem kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat," katanya.

Melalui lokakarya dan business matching ini, diharapkan dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta membangun jejaring kerja sama yang berkesinambungan.

"Workshop ini menjadi wadah yang sangat berharga bagi kita untuk memperdalam pemahaman tentang potensi daerah, tantangan yang dihadapi, serta inovasi yang dapat kita kembangkan," jelasnya.

Business matching akan menjadi forum yang memungkinkan pertemuan antara pengusaha, investor, dan pelaku usaha dengan potensi daerah yang ingin dikembangkan.

"Melalui pertemuan ini, diharapkan akan terjalin kerja sama yang saling menguntungkan, baik dalam bentuk investasi, penyaluran modal, transfer teknologi, maupun pengembangan usaha bersama," ungkapnya.

Devy mengapresiasi kehadiran semua peserta dalam kegiatan ini, baik dari sektor publik, swasta, maupun masyarakat. Keterlibatan dan partisipasi aktif semua pihak sangat penting dalam mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

"Melalui kerja sama yang sinergis dan kolaboratif, kita dapat menciptakan inovasi yang berdaya saing, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan," paparnya.

"Saya berharap agar kegiatan ini dapat menjadi platform yang memberikan manfaat nyata bagi semua peserta. Mari kita berinteraksi, berdiskusi, dan berbagi pengalaman serta ide-ide kreatif yang dapat mengakselerasi pengembangan potensi daerah," tambah Devy.

Direktur Politeknik Negeri Ketapang, Irianto, mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengangkat potensi daerah, salah satunya UMKM produk pangan. Ini juga dalam rangka menjalankan Perpres nomor 68 tahun 2022, yang menyebutkan kolaborasi antara dunia usaha dan dunia industri.

Dalam hal ini, Politeknik Negeri Ketapang membantu untuk mengangkat dan menampung apa yang menjadi keluhan dari para pelaku UMKM.

"Konsorsium ini ada tiga, yaitu Politeknik Negeri Pontianak, Politeknik Negeri Sambas dan Politeknik Negeri Ketapang. Tiga perguruan tinggi ini sama-sama melaksanakan kegiatan seperti ini untuk meningkatkan potensi daerahnya masing-masing," katanya.

Dia menjelaskan, program pendampingan UMKM ini sudah dilaksanakan sejak 2022. Namun, Politeknik Negeri Ketapang sendiri sudah memiliki program pengabdian kepada masyarakat, yang salah satunya adalah bermitra dengan industri menengah, industri kecil dan mikro.

"Tujuan dari bermitra ini adalah untuk memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha ini," ungkapnya.

Dia berharap, melalui kegiatan ini produksi UMKM lebih meningkat dan penjualannya juga meningkat.

"Melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku UMKM lebih mengetahui tata cara meningkatkan produksi dan penjualan, termasuk bagaimana cara mempromosikan dan mendesain kemasan produk yang lebih baik," pungkasnya. (afi)

Editor : A'an
#UMKM #Business Matching #lokakarya #ketapang #potensi pangan