KETAPANG - Digadang-gadang akan mendampingi Muhammad Febriadi pada Pilkada Ketapang 2024, Leonardus Rantan justru berpaling dan memilih mendampingi Farhan. Tak hanya berpaling dari Febri, Leo juga meninggalkan Partai Golkar dan berlabuh di Partai Gerindra.
Sebelumnya, Febri sudah memberi sinyal kalau dirinya akan menggandeng Leo sebagai bakal calon wakil bupati Ketapang. Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Ketapang ini awalnya akan mendeklarasikan diri pada Iduladha lalu, namun batal. Secara mengejutkan, Leo mengundurkan diri dari Sekretaris DPD Golkar Ketapang dan justru memilih mendampingi Farhan melalui Partai Gerindra.
Pasangan Farhan-Leo mendapatkan rekomendasikan dari DPP Partai Demokrat sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Ketapang 2024.
Pasangan ini menerima surat rekomendasi secara langsung dari Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Sabtu (20/7). Surat rekomendasi tersebut diterima bersamaan dengan seluruh bakal calon yang diusung Demokrat di seluruh di Indonesia.
Ketua DPC Partai Demokrat Ketapang, Rasmidi membenarkan bahwa rekomendasi DPP Partai Demokrat diberikan kepada pasangan Farhan-Leo.
"Saya selaku Ketua DPC Demokrat Ketapang bersama Sekretaris dan Ketua DPD Demokrat Kalimantan Barat hadir saat penyerahan rekomendasi itu," katanya, Sabtu (20/7).
"Saya mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung hingga dikeluarkannya rekom berbentuk B1KWK," lanjut Rasmidi.
Partai Demokrat Ketapang mengantongi lima kursi di DPRD Ketapang. Jumlah tersebut belum cukup untuk mencalonkan kepala daerah. Pasangan Farhan-Leo diberikan kebebasan menjalin komunikasi dengan partai politik lain.
"Kalau Pak Leo kita tahu berasal dari Partai Gerindra. Kalau Demokrat dan Gerindra berkoalisi, maka jumlah kursinya ada 13. Tapi tetap saja terbuka bagi partai lain, kita mau tercipta koalisi besar," ungkapnya.
"Kita harap pasangan colon terus berkomunikasi dengan partai lain. Adapun soal waktu kapan deklarasi, kita serahkan kepada pasangan calon itu sendiri," tambah Rasmidi.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPD Golkar Ketapang, M Febriadi, tidak mempersoalkan jika Leo maju sebagai bakal calon wakil dan tidak berpasangan dengan dirinya. Menurutnya Golkar akan tetap mengusung pasangan sendiri.
"Walaupun Leo sudah ke lain hati, saya tetap maju pada Pilkada Ketapang nanti. Golkar akan mengusung kader dan akan berkolisi dengan PKS," tegas Febriadi, Sabtu (20/7) malam.
Febriadi mengklaim sudah pasti berkolisi dengan PKS. Hanya saja saat ini masih belum menyebutkan kepastian siapa yang akan menjadi pendampingnya di Pilkada pasca Leo keluar dari Golkar.
"Awal bulan sebelum Rapat Pimpinan Daerah Golkar Kalimantan Barat, akan saya umumkan," ujarnya.
Dia menambahkan, Partai Golkar menjadwalkan pengumuman nama pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada Ketapang pada 18 Agustus. "Yang pastinya saya tetap maju," tegas Ketua DPRD Ketapang ini. (afi)
Editor : A'an