Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

PT Bumitama Gunajaya Agro Kabupaten Ketapang Targetkan 4,5 Ton GPK per Hektare

A'an • Senin, 12 Agustus 2024 | 12:40 WIB
PANEN PERDANA: Direktur Utama PT LSM (BGA Grup), Kamsen Saragih, melakukan panen padi perdana di demplot padi Kendawangan.
PANEN PERDANA: Direktur Utama PT LSM (BGA Grup), Kamsen Saragih, melakukan panen padi perdana di demplot padi Kendawangan.

 

KETAPANG - PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) berhasil membuat demplot padi di Kecamatan Kendawangan. Perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit ini telah melakukan panen perdana beberapa waktu lalu.

Kamsen Saragih merupakan penggagas program ketahanan pangan ini. Direktur Utama PT Ladang Sawit Mas (LSM - BGA Grup) ini mengatakan, program ini sengaja dibuat untuk mendukung dan memenuhi kebutuhan pangan, khususnya di lingkungan perusahaan.

Dia mengatakan, setalah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk dengan petani, BGA bekerja sama dengan sejumlah pihak membuat demplot padi di Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan. Luas lahan yang digunakan mencapai 10 hektare.

"Kita membuat demplot padi ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pangan, mengantisipasi kerawanan pangan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan, serta meningkatkan presepsi positif terhadap perusahaan," kata Kamsen.

Selain itu, dibuatnya lahan pencontohan ini juga sebagai bentuk upaya untuk memanfaatkan lahan yang sudah ada, namun tidak dimanfaatkan oleh warga. "Lahan yang kita gunakan untuk demplot ini seluas 10 hektare, dan ini punya masyarakat yang merupakan lahan tidur," jelasnya.

Dia menjelaskan, pihak perusahaan sengaja menggunakan lahan tidur milik masyarakat. Selain untuk memanfaatkan lahan yang sudah ada, perusahaan juga ingin mencontohkan kepada masyarakat bagaimana mengolah lahan yang baik, sehingga menghasilkan padi yang maksimal.

"Kita targetkan dalam satu hektare bisa menghasilkan 4,5 ton gabah kering panen atau 2,1 ton beras. Saat ini lahan yang kita olah melalui kerja sama ini baru 10 hektare. Kita targetkan 100 hektare," ungkap Kamsen.

Lanjut Kamsen, pihaknya berusaha untuk melakukan tanam tiga kali dalam setahun. Saat ini, pihaknya baru menyiapkan untuk dua kali tanam dalam sehatun.

"Kendala kita masih pada pengairan, karena masih mengandalkan pola tanam tadah hujan. Namun tetap kita upayakan agar bisa tiga kali tanam dalam setahun," paparnya.

Demi menunjang hasil yang maksimal, pihaknya menggunakan beberapa varietas unggulan. Di antaranya Agro Pawan, Batuta, Sertani, M70D, Cakrabuana Agritan dan Impari 32. "Kita ingin melihat varietas mana saja yang cocok untuk lahan, termasuk juga secara ekonomis dan produktifitas," ujarnya.

Dengan adanya demplot ini, masyarakat diajak untuk bersama-sama memanfaatkan lahan yang sudah ada untuk lahan pertanian.

"Sudah banyak petani yang datang ke lokasi kita untuk belajar. Kita terbuka, bahkan kita undang untuk belajar bersama-sama, bahkan jika perlu perusahaan siap membantu agar sektor pertanian pangan ini juga digeluti oleh anak muda," ajaknya.

Kamsen juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, di antaranya Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Ketapang, BPP Kendawangan, Kepala Desa Banjarsari, KT Serumpun Jaya-BP Asrama, serta masyarakat Kendawangan. (ser)

Editor : A'an
#padi #pertanian #ketapang #PT BGA