KETAPANG - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Perdagangan dan Perindustriaan Ketapang, Edi Radiansyah, mengatakan pertumbuhan UMKM di Ketapang sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terdaftar.
"Untuk berapa tahun belakangan, UMKM tumbuh luar biasa. Berdasarkan data NIB, pada 2023 jumlah UMKM hanya berjumlah 500, namun tahun ini sudah tumbuh mencapai 6.700 pelaku UMKM yang sudah memiliki NIB," kata Edi, belum lama ini.
Edi menjelaskan untuk mengurus NIB tidak sulit. Cukup melengkapi berkas dan mengisi fotmulir yang sudah ada.
"NIB ini diperlukan untuk pelaku UMKM untuk mendata agar pelaku usaha memiliki legalitas. NIB ini dasar untuk mengurus perizinan berikutnya," jelasnya. Menurutnya, keberadaan UMKM sangat membantu dalam mendongkrak perekonomian nasional. Tak hanya itu, UMKM juga membantu mensejahterakan masyarakat dari tingkat paling bawah, yaitu keluarga.
Edi mengungkapkan, Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, UMKM berada pada posisi 61 persen. Ini menjadi salah satu penopang ekonomi negara. Dari semua pelaku usaha yang ada, 99 persen adalah pelaku UMKM. Hanya 1 persen yang merupakan pelaku usaha besar. "Oleh karena itu, UMKM ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah," ungkapnya.
Dia menambahkan, memperingati Hari UMKM Nasional tahun ini, pihaknya juga menggelar upacara sederhana di halaman Kantor DKUPP diikuti pelaku UMKM, Perbankan dan ASN. Pada kesempatan tersebut diberikan penghargaan kepada BRI Ketapang dan UMKM Kreatif.
"Tahun ini memasuki tahun ke-8 peringatan Hari UMKM Nasional. Peringatan ini adalah salah satu momen untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan UMKM, termasuk di Ketapang," pungkas Edi.(afi)
Editor : Miftahul Khair