Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Martin Rantan Ajak Generasi Muda dari Ketapang Contoh Para Pejuang

A'an • Jumat, 20 September 2024 | 11:08 WIB
PIMPIN UPACARA: Bupati Ketapang, Martin Rantan, memimpin upacara di Tugu Juang Tumbang Titi, Rabu (18/9).
PIMPIN UPACARA: Bupati Ketapang, Martin Rantan, memimpin upacara di Tugu Juang Tumbang Titi, Rabu (18/9).

TUMBANG TITI - Memasuki hari ketiga rangkaian Napak Tilas 2024, panitia menggelar Upacara Militer di Tugu Juang Tumbang Titi, Rabu (18/9). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan.

Martin mengatakan bahwa Tugu Juang Tumbang Titi adalah simbol pertumpahan darah dan pengorbanan tiga tokoh yang memiliki peran penting dalam perlawanan terhadap penjajah yang terjadi pada Perang Kedang Tumbang Titi di tahun 1914. Tugu ini juga merupakan simbol perjuangan yang tidak mengenal kata menyerah.

"Semangat juang inilah yang harus terus kita wariskan kepada generasi muda, agar mereka selalu menghargai kemerdekaan yang telah direbut dengan darah dan air mata. Kita juga harus bertekad untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk di Kabupaten Ketapang," katanya.

Dia menjelaskan bahwa napak tilas yang dilaksanakan bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu.

"Ini adalah panggilan bagi semua untuk merenungkan makna perjuangan dan mempertanyakan sejauh mana kita sebagai penerus bangsa telah menghargai jasa para pahlawan," jelasnya.

Menurutnya, perjuangan di masa sekarang memang tidak lagi melibatkan senjata atau darah, tetapi perjuangan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Ketapang, memperjuangkan keadilan sosial, memperkuat persatuan antarsuku, agama, dan golongan, serta membangun daerah ini agar semakin maju dan sejahtera.

"Tanggung jawab besar ini ada di pundak kita, terutama generasi muda yang menjadi harapan bangsa di masa depan," ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik dari kalangan pemerintah, swasta, akademisi, maupun masyarakat umum, untuk bersatu dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang belum sepenuhnya tercapai.

"Kita memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat infrastruktur, memperbaiki layanan publik, serta melindungi dan melestarikan budaya dan alam yang kita miliki," ucapnya.

Martin menambahkan bahwa Kabupaten Ketapang kaya akan sumber daya alam dan kebudayaan, serta memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan daerah ini menjadi salah satu daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Namun, potensi ini hanya bisa diwujudkan jika semua bekerja keras dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

"Sama seperti ketiga pahlawan kita, yaitu Uti Usman, Panglima Tantemak, dan Kenduruhan Bajir, yang melawan penjajah, kita pun harus bersatu untuk melawan segala bentuk ketidakadilan, ketimpangan, dan kemiskinan yang masih ada di masyarakat kita," tegasnya.

"Uti Usman, Panglima Tantemak, dan Kenduruhan Bajir telah menunjukkan kepada kita bahwa perbedaan suku, adat, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru dari perbedaan itulah lahir kekuatan yang tak tergoyahkan. Semangat kebersamaan ini harus terus kita pelihara dalam pembangunan Kabupaten Ketapang yang lebih baik," lanjutnya.

Selain itu, Martin juga mengajak agar menjadikan momen ini sebagai waktu untuk merenungkan dan memperkuat tekad dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan.

"Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat Kabupaten Ketapang ini agar tetap menjadi tanah yang damai, sejahtera, dan berkeadilan, sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pahlawan kita," pungkas Martin.

Selanjutnya, Bupati Ketapang dan rombongan menyaksikan final Kejuaraan Voli Kota Juang, dilanjutkan dengan penampilan Opera Perang Kedang dan pesta rakyat, serta menghadiri kegiatan kemah wisata religi pasukan pemuda utusan dari kecamatan.

Sebelumnya, rombongan juga melakukan ziarah ke Makam Kenduruhan Bajir dan mengadakan Zoom Meeting bersama masyarakat di delapan titik venue, yaitu Muara Pawan, Sandai, Sungai Laur, Jelai Hulu, Marau, Kendawangan, Matan Hilir Selamat, dan Venue Benua Kayong, terkait pembangunan serta kondisi jalan. (afi)

Editor : A'an
#generasi muda #napak tilas #Martin Rantan #ketapang #Bupati Ketapang #tumbang titi