Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Karyawan Perusahaan di Ketapang Ditemukan Tewas Kepala dan Tubuh Terpisah

Miftahul Khair • Senin, 9 Desember 2024 | 15:47 WIB
POlisi mengidentifikasi lokasi ditemukannya karyawan PT BAP yang tewas tanpa kepala, Senin (9/12).
POlisi mengidentifikasi lokasi ditemukannya karyawan PT BAP yang tewas tanpa kepala, Senin (9/12).

KETAPANG - Seorang pemuda tewas dalam kecelakaan kerja di kawasan PT. Borneo Alumindo Prima (BAP) di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Senin (9/12) dini har.

Korban tewas dengan kondisi kepala terpisah dari badannya. Polisi masih menyelidiki kecelakaan kerja tersebut.

Kapolsek Matan Hilir Selatan, AKP Helwani, mengatakan korban bernama Ahmad Asrof Alim (18), warga Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Korban ditemukan tewas pukul 06.00 pagi di dalam area smelter pabrik yang sedang dibangun.

Helwani menjelaskan, dari keterangan beberapa rekan kerja korban, korban merupakan karyawan yang bekerja sebagai asisten pengelasan yang pada saat kejadian bekerja di dalam sebuah bangunan smelter.

"Pada hari kejadian, korban masuk kerja dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB. Salah satu rekan korban, Fadli, sempat bertemu dan istirahat bersama korban sekitar pukul 24.00 WIB. Setelah itu saksi berpisah dengan korban untuk melanjutkan pekerjaannya masing-masing," katanya.

Pada pukul 04.00 WIB, rekan korban mencari korban dikarenakan jam kerja sudah selesai, namun tidak menjumpai korban.

Bersama dengan mandor dan beberapa karyawan lainnya, saksi berusaha mencari ke berbagai area di dalam smelter.

Sekitar pukul 06.00 WIB, korban ditemukan sudah tergeletak di lantai dalam smelter di dekat baling-baling yang belum terpasang dengan kondisi kepala terpisah dari badan.

Melihat kejadian tersebut, rekan kerja korban melaporkan ke pihak manajemen dan Polsek Matan Hilir Selatan. Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Agoesdjam untuk menjalani otopsi.

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. "Kami masih terus berupaya menyelidiki untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut," ungkapnya. (afi)

Editor : Miftahul Khair
#karyawan tewas mengenaskan #ketapang