PONTIANAK POST - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang, Achmad Sholeh, mengatakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) harus menjadi salah satu forum strategis dalam menentukan prioritas pembangunan. Oleh karena itu, Musrenbang harus sinkron dengan rencana pembangunan tingkat provinsi dan pusat. "Kami berharap proses Musrenbang di Ketapang menjadi lebih efektif, inklusif, dan berbasis data akurat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," kata Sholeh saat berkonsultasi ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Kamis (23/1).
Dalam pertemuan ini, Sholeh menyampaikan harapan agar hasil konsultasi dapat memberikan panduan yang lebih jelas dan komprehensif untuk meningkatkan pelaksanaan Musrenbang di Ketapang. "Konsultasi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa rencana pembangunan daerah sejalan dengan perencanaan di tingkat provinsi dan nasional. Kami menekankan pentingnya menyusun rencana pembangunan yang lebih transparan dan berbasis data yang akurat agar anggaran yang dialokasikan tepat sasaran dan pembangunan dapat berkelanjutan," ungkapnya.
Sholeh mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengajuan rencana pembangunan di Ketapang ke pusat. Salah satunya adalah keterbatasan alokasi anggaran dan adanya perbedaan prioritas antara perencanaan daerah dan pusat. "Seringkali, meskipun rencana kami telah disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, tidak sepenuhnya terakomodir di tingkat pusat. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan prioritas pembangunan," ujar Sholeh.
Selain itu, perbedaan mekanisme perencanaan antara pemerintah daerah dan pusat juga mempengaruhi kelancaran realisasi anggaran dan proyek pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. "Kami berharap agar mekanisme perencanaan dapat lebih diselaraskan, sehingga rencana pembangunan daerah dapat lebih cepat direalisasikan dan sesuai dengan prioritas nasional," harapnya.
DPRD Kabupaten Ketapang berharap, melalui konsultasi ini, akan ada peningkatan koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pusat. "Kami ingin memahami lebih dalam bagaimana proses perencanaan di pusat agar kami bisa menyesuaikan rencana pembangunan daerah dengan prioritas nasional. Hal ini akan mempermudah implementasi pembangunan yang lebih cepat dan efektif," lanjut Sholeh.
Dengan adanya konsultasi ini, diharapkan proses Musrenbang dan perencanaan pembangunan di Ketapang dapat menjadi lebih terarah dan lebih baik dalam menyelaraskan antara kebutuhan daerah dan prioritas pembangunan nasional. Hal ini juga diharapkan dapat mendukung terwujudnya pembangunan yang lebih merata, berkualitas, dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ketapang.
Kedeputian Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Arief Wiroyudo, memaparkan pentingnya sinkronisasi perencanaan antara pusat dan daerah. Dia menjelaskan bagaimana Musrenbang Nasional dapat menjadi jembatan dalam merumuskan prioritas pembangunan yang melibatkan berbagai pihak. "Sinkronisasi antara perencanaan pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan bahwa semua daerah mendapatkan perhatian yang proporsional sesuai dengan kebutuhan dan prioritas nasional," ujar Arief. (afi)
Editor : A'an