PONTIANAK POST - Ribuan warga memadati Kelenteng Tua Pekong Ketapang, Selasa (28/1) malam. Mereka melaksanakan ritual sembahyang dan merayakan pergantian Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili.
Tidak hanya umat Tionghoa, masyarakat umum juga ikut menyaksikan kemeriahan perayaan ini. Salah satu yang banyak ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah atraksi barongsai. Pertunjukan dimulai pukul 19.00 WIB.
Kelenteng Tua Pekong menjadi tempat pilihan utama bagi umat Tionghoa di Ketapang yang ingin berdoa dan merayakan Tahun Baru Imlek. Selain sembahyang, masyarakat pun semakin antusias dengan beragam hiburan yang disajikan, termasuk pesta kembang api.
Kapolres Ketapang AKBP Setiadi, meninjau langsung pengamanan di Kelenteng Tua Pekong, Selasa (28/1/) malam. "Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan prosesi ibadah masyarakat Tionghoa berjalan aman dan lancar," katanya.
Setiadi menjelaskan seluruh personel Polres Ketapang dibantu TNI, Sat Pol PP, Dishub, Damkar, serta dinas terkait dikerahkan untuk pengamanan prosesi ibadah Imlek pada Selasa dan Rabu.
Untuk pengamanan di lokasi kelenteng, pihaknya mengerahkan personel gabungan Polres dari Satuan Samapta, Reskrim, intelijen, dan Binmas. Sedangkan untuk menjamin kelancaran arus lalulintas sekitar di kelenteng, pihaknya mengerahkan personil Satlantas dibantu Dishub.
Setiadi memastikan pola pengamanan dilaksanakan optimal dan didukung perlengkapan kepolisian secara maksimal. Penyampaian pesan Kamtibmas juga dioptimalkan untuk mendukung rangkaian kegiatan Imlek berjalan tanpa kendala dan gangguan.
Setiadi mengucapkan terima kasih kepada pengurus Kelenteng Tua Pekong serta panitia Imlek yang sangat berperan aktif menjaga pelaksanaan rangkaian ibadah dan perayaan Imlek berjalan kondusif.
"Kami juga mengimbau masyarakat yang menonton agar turut menjaga keamanan dan kelancaran acara. Perayaan Imlek di Ketapang merupakan wujud nyata toleransi dan akulturasi budaya masyarakat Indonesia," pungkas Setiadi. (afi)
Editor : A'an