PONTIANAK POST – Usni (32), seorang perempuan asal Desa Kelampai, Kecamatan Manis Mata, terpaksa melahirkan di dalam kapal cepat (speed boat) saat hendak menuju fasilitas kesehatan di Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Jumat (11/4).
Ibu rumah tangga ini terpaksa dibawa ke Sukamara menggunakan kapal cepat karena fasilitas kesehatan di Kecamatan Manis Mata tidak memadai. Ditambah lagi, kondisi jalan menuju fasilitas kesehatan tersebut rusak parah.
"Saya bersama Bidan Martini dari Desa Kemuning menjemput untuk membawa pasien ke Sukamara, karena menurut bidan, kondisi pasien memerlukan penanganan khusus. Di Puskesmas Manis Mata belum ada alat untuk operasi caesar," kata Dodo, sopir speed boat.
Sekitar pukul 13.30 WIB, mereka berhenti di Dermaga Pasar Ratu Elok, Kecamatan Manis Mata, untuk mengganti tali infus, meminta surat rujukan, dan mengisi bahan bakar kapal. "Saat itu, dua orang perawat dari Puskesmas datang untuk memeriksa pasien dan mengganti infus. Mereka meminta waktu sekitar setengah jam untuk melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian, pasien mulai mengalami kontraksi dan melahirkan di dalam speed boat," jelasnya.
Beruntung, proses persalinan berjalan normal. Ibu dan bayinya segera dipindahkan ke ambulans dan dibawa ke Puskesmas Manis Mata untuk mendapatkan perawatan medis. "Alhamdulillah, ibu dan bayinya selamat dalam kondisi sehat," ungkap Dodo.
Suami pasien, Diva, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran persalinan meskipun berlangsung di dalam speed boat.
"Terima kasih kepada petugas medis dan warga yang turut membantu, terutama kepada Bidan Martini, Dodo sebagai sopir speed boat, dan Pemerintah Desa Kemuning yang menyediakan alat transportasi," ucapnya.
Diva menambahkan bahwa ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada istrinya dan anaknya jika tetap memaksakan diri melalui jalur darat, mengingat kondisi jalan yang sangat rusak di musim penghujan.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Ketapang memberikan perhatian khusus untuk memperbaiki jalan yang menghubungkan desa dengan kecamatan di daerah mereka.
"Kedepannya, kami berharap ada perhatian langsung dari pihak pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan lintas kecamatan di daerah kami, agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi pada warga lainnya," harap Diva. (afi)
Editor : Hanif