Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

KKP Tangani Kematian Dugong di Kendawangan-Kalbar, Gandeng Mitra Konservasi

Miftahul Khair • Jumat, 27 Juni 2025 | 14:08 WIB
KKP tangani kematian beruntun dua dugong di Kalimantan Barat.
KKP tangani kematian beruntun dua dugong di Kalimantan Barat.

PONTIANAK POST - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak menangani dua insiden kematian dugong secara berturut-turut di perairan Kendawangan, Kalimantan Barat. Penanganan ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap matinya spesies laut yang berstatus dilindungi.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Sarmintohadi, menegaskan bahwa dugong merupakan satwa yang dilindungi sepenuhnya. Spesies ini termasuk dalam Apendiks I CITES dan dikategorikan rentan oleh IUCN.

“Penanganan terhadap dugong terdampar dalam kondisi mati perlu segera dilakukan dengan cara-cara yang sesuai prosedur. Hal ini sekaligus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar terkait penanganan biota dilindungi yang terdampar,” kata Sarmintohadi dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dua ekor dugong dilaporkan mati dalam waktu berdekatan, yakni pada 15 dan 18 Juni 2025. Kasus pertama dilaporkan oleh Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), mitra jejaring konservasi yang bekerja bersama BPSPL Pontianak. Dugong tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan tersangkut jaring nelayan di wilayah Lagan Belanda, dekat Pulau Cempedak.

Bangkai hewan laut tersebut kemudian diamankan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan dibawa ke dermaga Pulau Cempedak. Nekropsi dilakukan sehari kemudian oleh tim gabungan yang terdiri dari YIARI, Lanal Ketapang, dan pemerintah desa. Setelah pemeriksaan, bangkai dikuburkan di kawasan Markas Komando Lanal Ketapang.

Tiga hari setelahnya, tepatnya 18 Juni, BPSPL Pontianak kembali menerima laporan serupa. Seekor dugong ditemukan telah mati di lokasi tak jauh dari penemuan sebelumnya. Pemeriksaan pascakematian dilakukan oleh tenaga medis dari YIARI bersama tim Yayasan WeBe Konservasi Ketapang, dan proses pemakaman dilakukan di tempat yang sama dengan kasus pertama.

Kepala BPSPL Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menyatakan bahwa sinergi lintas sektor sangat berperan dalam percepatan penanganan mamalia laut yang terdampar.

"Jejaring konservasi memainkan peran penting dalam mempercepat penanganan dan mendorong penyelamatan biota laut yang dilindungi,” kata Syarif.

Sebagai langkah lanjutan, BPSPL bersama YIARI dan Yayasan WeBe mengadakan pertemuan untuk menyampaikan hasil nekropsi dan membahas strategi pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah mengusung lima program strategis dalam kerangka ekonomi biru guna menjamin keberlanjutan ekosistem laut. Program tersebut mencakup perluasan kawasan konservasi hingga pengendalian sampah plastik di laut. (mif/ant)

Editor : Miftahul Khair
#kkp #mati #perairan #konservasi #KENDAWANGAN #ketapang #satwa laut #dugong