Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Ketapang Hadiri Grebeg Suro dan HUT Paguyuban Jawa

Ahmad Sofi • Selasa, 22 Juli 2025 | 12:49 WIB
CINDERAMATA : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menerima cinderamata berupa wayang kulit saat menghadiri Grebeg Suro di Pendopo Joglo, Sabtu (19/7) malam.
CINDERAMATA : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menerima cinderamata berupa wayang kulit saat menghadiri Grebeg Suro di Pendopo Joglo, Sabtu (19/7) malam.

PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri Grebeg Suro 2025 di Pendopo Joglo Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang, Sabtu (19/7) malam. Acara ini juga dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Paguyuban Jawa Ketapang.

Pada malam tersebut digelar wayang kulit semalam suntuk dan campur sari. Ratusan warga dari berbagai kalangan berkumpul dalam hangat dan semangat kebudayaan dan persaudaraan.

Acara diawali dengan syukuran atas penganugerahan gelar kebangsawanan kepada Alexander Wilyo, yang dikukuhkan sebagai Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Darmonagoro oleh Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Juni 2025.

Gelar itu disematkan langsung oleh Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono XIII bersama Kanjeng Gusti Ratu. Gelar ini sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi saya dalam pelestarian budaya Jawa di luar tanah leluhur, khususnya di tanah Ketapang.

Selain itu, dalam suasana hangat dan penuh simbolik kebudayaan, Ketua Umum dan jajaran pengurus DPD Paguyuban Jawa Ketapang bersama para ketua-ketua paguyuban lokal Jawa se-Kabupaten Ketapang, menganugerahkan Papan Ngaran dan jajanan pasar kepada Alex sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan berkat gelar kebangsawanan KRAT dari Kesunanan Surakarta Hadiningrat.

"Penghargaan yang diterima bukanlah semata-mata kehormatan pribadi, namun merupakan pengakuan atas semangat pelestarian budaya yang hidup di tengah masyarakat," ungkap Alex.

Dia menjelaskan, dukungan luar biasa dari masyarakat Jawa di Ketapang merupakan bentuk kepercayaan yang sangat berarti. Pasangan Alexander Wilyo dan Jamhuri Amir terpilih bukan hanya karena kerja politik, tetapi juga karena doa-doa dari masyarakat yang tulus.

"Kami terpilih bukan karena hebat, tetapi karena doa-doa orang banyak serta kepercayaan masyarakat. Saya dan Wakil Bupati tidak mungkin membalasnya satu per satu, tetapi akan semaksimal mungkin membalasnya dengan membawa Ketapang lebih maju dan lebih sejahtera," ucapnya.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap pelestarian budaya, termasuk budaya Jawa di tanah rantau, Alex merasa sangat terhormat dan bangga, karena keluarga besar Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah menganugerahkan gelar kehormatan tersebut. 

"Jawa adalah keluarga besar saya, dan saya merasa memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga nilai-nilai budaya luhur itu di manapun saya berada," paparnya.

Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dan Campur Sari menjadi momen peneguhan identitas budaya dan sarana hiburan rakyat. Lakon yang dimainkan mengandung pesan moral, keteladanan, dan spiritualitas, disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

"Kita semua adalah bagian dari mozaik budaya Ketapang yang majemuk. Melalui seni dan tradisi, kita membangun persaudaraan, menjaga warisan leluhur, dan menatap masa depan dengan semangat gotong royong," harap Alex.

Dengan semangat Grebeg Suro, diharapkan warisan budaya tetap lestari dan menjadi kekuatan dalam membangun Ketapang yang lebih harmonis, maju, dan bermartabat.

Ketua Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, mengatakan peringatan Grebeg Suro dan HUT ke-28 Paguyuban Jawa merupakan momentum kebangkitan dan semangat gotong royong seluruh masyarakat Jawa yang ada di Ketapang untuk terus menjaga persatuan dan mempererat solidaritas antar etnis.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin terus meneguhkan bahwa budaya adalah jembatan pemersatu, dan dengan semangat ‘Bergandeng Erat Bergerak Cepat’, kita siap bersinergi/bergotong royong dalam membangun Kabupaten Ketapang tercinta," ujarnya.

Sebagai puncak dari rangkaian Grebeg Suro, Paguyuban Jawa Ketapang akan menggelar Pawai Sedekah Bumi pada 27 Juli 2025. Pawai ini akan dimulai dari Balai Sungai Kedang menuju Kantor Bupati Ketapang. Kegiatan ini diharapkan menjadi momen bersama seluruh masyarakat Ketapang untuk terus menjaga harmoni dalam keberagaman. (afi)

Editor : Hanif
#paguyuban jawa #wayang kulit #Alexander Wilyo #HUT ke 28 #joglo #ketapang