PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen dalam menanggulangi kemiskinan. Pemerintah menargekan penurunan kemiskinan hingga nol penduduk miskin. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan, menyampaikan hasil capaian dan rencana jangka panjang pemberdayaan masyarakat.
Dia mengatakan angka kemiskinan dari tahun 2020 hingga 2024 telah mengalami penurunan yang signifikan.
"Alhamdulillah, tren kemiskinan menurun drastis. lni hasil kerja keras semua pihak," kata Jamhuri, Senin (21/7).
Pemerintah Kabupaten telah mengimplementasikan sejumlah program prioritas untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Di antaranya makan gratis dan 3 juta rumah, pemanfaatan lahan produktif, serta bantuan langsung dan pendidikan gratis.
Jamhuri juga menyoroti masih adanya ketidaktepatan sasaran dalam pemberian bantuan. Banyak perangkat desa yang tergolong mampu namun tetap menerima bantuan.
"Kita akan lakukan inspeksi dan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan sampai ke yang benar-benar berhak," tegasnya.
Dia juga mendorong dibentuknya lembaga baru seperti P2D atau P3D untuk menjadi ujung tombak pengawasan di lapangan secara nyata dan bukan sekadar formalitas.
Masalah infrastruktur dasar seperti jalan rusak, sekolah tidak layak, dan Puskesmas kekurangan fasilitas turut menjadi fokus. Pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun kembali sekolah, perumahan buruh, dan meningkatkan akses layanan kesehatan terutama di wilayah terpencil.
Jamhuri juga mengajak kepada seluruh pihak, termasuk DPRD, dinas teknis, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha untuk bersama-sama berkontribusi.
"Pola lama tidak efektif. Kita harus bergerak langsung, hadir di tengah masyarakat, dan merespons cepat kebutuhan riil mereka," ajaknya. (afi)
Editor : Hanif