PONTIANAK POST – Dalam upaya pengembangan teknologi yang ramah lingkungan, Tim PKM Politeknik Negeri Ketapang yang terdiri atas dosen dan perwakilan mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Implementasi Teknologi Pembuatan Bata Beton Berbahan Dasar Tailing Bauksit” di Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Sabtu (23/8) lalu.
Kegiatan ini merupakan Program Pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun 2025 yang merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memanfaatkan limbah industri, khususnya tailing bauksit untuk diolah menjadi material bangunan yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Tailing bauksit yang selama ini dianggap limbah tak bernilai, kini disulap menjadi bahan utama dalam pembuatan bata beton yang kuat dan tahan lama.
Tim pelaksana PKM memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat Desa Kuala Tolak mengenai proses pembuatan bata beton, mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, hingga proses pengeringan.
Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan alat cetak paving blok hexagonal semi mekanis yang merupakan hasil penelitian dari tim pelaksana.
Menurut ketua tim pelaksana, Maya Santi, mengungkapkan bahwa penggunaan tailing bauksit sebagai bahan bangunan memiliki dua manfaat utama, yakni mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat limbah tambang, serta menyediakan alternatif bahan bangunan yang lebih murah namun tetap berkualitas.
"Desa Kuala Tolak dipilih karena letaknya yang dekat dengan lokasi penambangan bauksit. Dengan pelatihan ini, kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan potensi lokal secara maksimal,” ujarnya.
Kepala Desa Kuala Tolak yang diwakili Sekretaris Desa, Juri Utami sangat menyambut baik kegiatan ini. Hal ini dapat terlihat dari antusias masyarakatnya yang mengikuti kegiatan ini. Menurutnya hal ini tentu sangat bermanfaat yang tidak hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga membuka peluang usaha lokal, ucapnya.
Dirinya berharap pelatihan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin mandiri dan inovatif dalam mengelola sumber daya yang ada.
Kegiatan pengabdian ini menjadi contoh konkret bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan langsung untuk membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan. (ser/pms).
Tim PKM Politeknik Ketapang foto bersama peserta pada kegiatan Pelatihan Pembuatan Bata Beton Berbahan Dasar Tailing Bauksit” di Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Sabtu (23/8/2025). ISTIMEWA
Editor : Miftahul Khair