Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Guru dan Siswa SD di Ketapang Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Alami Sakit Perut dan Muntah-muntah

Ahmad Sofi • Selasa, 23 September 2025 | 15:21 WIB
Sejumlah siswa yang diduga keracunan MBG menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Selasa (23/9).
Sejumlah siswa yang diduga keracunan MBG menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Selasa (23/9).

 

PONTIANAK POST - Sebanyak 16 siswa SDN 12 Benua Kayong, Kecamatan Benua Kayong, diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (23/9). Seluruhnya dilarikan ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.

Kepala Sekolah SDN 12 Benua Kayong, Dewi Hardina Febriani, menjelaskan kasus bermula ketika beberapa siswa mengeluh sakit perut dan muntah-muntah beberapa saat setelah menyantap MBG.

"Awalnya hanya beberapa anak yang sakit perut lalu muntah. Tapi makin lama makin banyak. Jadi pihak puskesmas langsung datang ke sekolah. Karena kondisinya ramai, akhirnya anak-anak dibawa ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Agoesdjam atas arahan pihak medis," kata Dewi, Selasa (23/9) siang.

Menu makan siang yang disantap para siswa terdiri dari ikan filet, sayur oseng, jeruk, tahu goreng, dan nasi putih. Belum dapat dipastikan makanan mana yang diduga menjadi penyebab utama para siswa mengeluh sakit perut.

Salah satu orang tua siswa, Suryani (36), mengaku khawatir lantaran anaknya mengalami mual dan muntah-muntah.

"Anak saya bilang cuma makan sayurnya saja, tapi tetap keracunan. Setelah kejadian ini saya bukannya tenang, malah khawatir kalau anak saya keracunan lagi," ungkapnya.

Orangtua siswa lainnya, Burhanudin (45), menilai program makan siang gratis pemerintah sebaiknya dikaji ulang. Dia menilai jika program ini sebaiknya diserahkan langsung kepada orangtua siswa.

"Kalau pun pemerintah ingin memberikan makan siang gratis, kenapa tidak diberikan langsung ke orang tua saja? Orang tua pasti tidak mungkin meracuni anak. Kalau seperti ini, kita tidak tahu apakah makanan itu benar-benar higienis atau tidak," ungkapnya.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak dapur MBG yang menyiapkan makanan untuk SDN 12 Benua Kayong.

Pihak RSUD dr. Agoesdjam Ketapang masih melakukan observasi dan perawatan intensif terhadap para siswa yang menjadi korban. Beberapa siswa dilaporkan sudah mulai membaik dan diperbolehkan pulang. Sementara beberapa siswa masih menjalani perawatan. (afi)

Editor : Miftahul Khair
#Mbg #keracunan #ketapang #sakit perut #siswa