PONTIANAK POST - Jaya Lestari FC berhasil menumbangkan Poskopi FC di partai final Turnamen Futsal Jurnalis Ketapang Cup (JKC) XI, Senin (22/9) malam. Melalui drama adu pinalti, Jaya Lestari berhasil merebut piala bergilir dari Poskopi.
Ribuan pasang mata menyaksikan partai panas ini. Poskopi dengan komposisi pemain yang diisi sejumlah pemain profesional, optimis bisa mempertahankan piala bergilir JKC.
Sementara Jaya Lestari FC, yang merupakan pendatang baru di turnamen ini, datang dengan skuad yang tak kalah mentereng. Tak hanya pemain profesional, ada nama legenda futsal Infonesia, Bambang Bayu Saptaji (BBS), yang siap dominasi Poskopi.
Partai final berlangsung panas. Kedua tim bermain terbuka dan jual beli serangan. Jaya Lestari berhasil mencuri gol terlebih dahulu. Namun, tidak lama berselang, Poskopi berhasil menyamakan kedudukan.
Sebelum babak pertama usai, Jaya Lestari kembali mencetak gol. Skor 2-1 mengakhiri babak pertama.
Di babak kedua, Poskopi mencoba meningkatkan serangan. Alhasil, Poskopi berhasil menambah dua gol. Namun, sebelum babak kedua usai, Jaya Lestari berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Pertandingan berlanjut ke waktu tambahan. Namun, 2x5 menit kedua tim tidak berhasil menambah gol. Pertandingan harus diakhiri dengan adu pinalti.
Kipar Jaya Lestari berhasil menepis satu tendangan pemain Poskopi. Sementara lima penendang dari Jaya Lestari berhasil gol. Skor 4-5 mengantarkan Jaya Lestari menjadi juara baru dalam turnamen ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, Repalianto, mengaku sangat senang dengan pelaksanaan turnamen futsal JKC yang diselenggarakan setiap tahun. Turnamen ini selalu menampilkan nuansa dan ide-ide kreatif dari panitia.
"Patut kita apresiasi, karena turnamen JKC selalu meriah, beda dan berkelas dan menjadi kejuaraan futsal yang terbesar di Kabupaten Ketapang," ujar Repal.
Menurutnya, kejuaraan futsal JKC harus terus terlaksana setiap tahunnya dan menjadi agenda daerah. Ini merupakan even olahraga futsal terbaik yang harus dipertahankan.
"Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan JKC ini. Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir atlet-atlet futsal yang menjadi bintang, tidak hanya untuk daerah, tapi di provinsi, bahkan nasional," harapnya.
Selain itu, melihat kondisi penonton yang ramai namun dengan kondisi berdesakan, dia berjanji akan menyelesaikan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Indoor yang menjadi harapan masyarakat Ketapang.
"Terkait Pembangunan GOR, Bapak Bupati mengatakan pemerintah daerah sangat komitmen. Semoga tahun 2026 GOR Indoor rampung, dan JKC seri XII bisa diselenggarakan di sana," harapnya.
Sementara itu, Kajari Ketapang, melalui Kasi Datun Dimas Mahendra, mengapresiasi kegiatan JKC Seri XI serta pertandingan final yang dinilai luar biasa.
"Kami sangat mendukung pelaksanaan kegiatan JKC ini. Tahun depan harus dilaksanakan dan ditingkatkan lagi untuk menjadi lebih baik dan lebih meriah lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK), Theo Bernadhi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan JKC. Mulai dari Bupati Ketapang, Kejari Ketapang, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta pihak lainya.
Theo yang juga sebagai Ketua KONI Ketapang berharap, pada seri XII tahun 2026 turnamen JKC sudah bisa dilaksanakan di GOR Indoor.
"GOR menjadi kebutuhan untuk memfasilitasi geliat olahraga, termasuk futsal, yang semakin maju serta berkembang. Kami mendukung langkah Pemda untuk menyelesaikan pembangunan GOR indoor," ungkap Theo. (afi)
Editor : Hanif