Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

80 Persen Dana Zakat di Ketapang Disumbang ASN, Baznas Dorong Pemerataan Program ke Wilayah Hulu

Ahmad Sofi • Rabu, 15 Oktober 2025 | 12:06 WIB
BERBINCANG : Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, berbincang dengan Ketua Baznas Ketapang, Uti Mahmud, Senin (13/10).
BERBINCANG : Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, berbincang dengan Ketua Baznas Ketapang, Uti Mahmud, Senin (13/10).

PONTIANAK POST - Ketua Baznas Ketapang, Uti Mahmud, mengatakan saat ini, 80 persen pengumpulan zakat berasal dari Aparatur Sipil Negera (ASN). Sementara 20 persen sisanya merupakan partisipasi masyarakat.

"Tahun 2024, total dana yang masuk ke Baznas tercatat sebesar Rp429 juta, ditambah dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekitar Rp600 juta," ungkap Mahmud saat melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Ketapang, Senin (13/10).

Dia menjelaskan, Baznas Ketapang menempati peringkat ke-4 se-Kalimantan Barat dalam pengumpulan zakat, meski target tahunan Rp3 miliar belum tercapai.

Mahmud mengungkapkan, dana yang terkumpul disalurkan melalui lima program utama. Di antaranya Ketapang Taqwa sebesar 10 persen yang berupa bantuan rumah ibadah. Kemudian Ketapang Sehat sebesar 30 persen yang mencakup pelayanan kesehatan dan rujukan.

Kemudia Ketapang Cerdas berupa pemberian beasiswa SD hingga S2 melalui Baznas Pusat. Ketapang Peduli berupa bedah rumah, sanitasi, dan bantuan sosial. Serta Ketapang Sejahtera berupa bantuan modal usaha bagi pedagang kecil.

Hingga kini, 455 mustahik telah menerima bantuan, dan sejumlah penerima telah bertransformasi menjadi muzakki. Terdapat 55 instansi yang tercatat sebagai muzakki aktif.

Mahmud mengaku telah menjalankan sejumlah program prioritas sesuai visi dan misi memberantas kemiskinan dan penyakit masyarakat. Namun, terbatasnya dana hibah pemerintah daerah menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan program secara optimal.

Program Baznas Ketapang saat ini baru menjangkau wilayah pesisir. Sementara wilayah perhuluan belum sepenuhnya tersentuh karena keterbatasan anggaran.

Untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan, Baznas mengusulkan dukungan pemerintah daerah berupa kendaraan operasional untuk distribusi beras, serta pembangunan gudang penyimpanan.

"Baznas akan segera meluncurkan Klinik Sehat, hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan, untuk memperluas pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu," ungkap Mahmud.

Ketua DPRD Ketapang, Achmar Sholeh, mengatakan pada pertemua tersebut membahas berbagai tantangan dan rencana strategis Baznas dalam memperkuat peran sebagai lembaga penggerak sosial, khususnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan rohani di daerah.

Sholeh mengaku akan dukungan penuh terhadap upaya Baznas dalam memperkuat peran sosialnya.

"Selain bantuan hibah dari pemerintah, sumber operasional lain sesuai ketentuan juga bisa dimanfaatkan. Kami akan memperjuangkan usulan Baznas, termasuk kebutuhan kantor dan gudang," ujar Sholeh.

Dia juga menegaskan pentingnya pembangunan mental dan rohani sebagai bagian dari pembangunan daerah.

"Sering kali masyarakat menilai kinerja pemerintah hanya dari pembangunan fisik. Padahal pembangunan rohani juga sangat penting. Apa yang diajukan Baznas akan kami perjuangkan. Kami juga akan mendorong pemerintah daerah agar legalitas Baznas diperkuat melalui regulasi daerah, baik Perda, Perkada, maupun Perbup," tegasnya.

Pertemuan tersebut menandai komitmen DPRD dan Baznas Ketapang untuk bersinergi dalam memperluas jangkauan program sosial dan meningkatkan kesadaran zakat di masyarakat, demi mewujudkan Ketapang yang lebih sejahtera dan berkeadilan sosial. (afi)

Editor : Hanif
#DPRD KETAPANG #dana zakat #asn #unggulan #Program Sosial #baznas #ketapang