Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bupati Ketapang Dukung Pembangunan PLTGU Kalbar-1 Berkapasitas 250 MW di Matan Hilir Selatan

Ahmad Sofi • Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:38 WIB
PAPARKAN : Perwakilan dari PLN memaparkan rencana pembangunan PLTGU Kalbar-1 250 MW di hadapan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Selasa (21/10).
PAPARKAN : Perwakilan dari PLN memaparkan rencana pembangunan PLTGU Kalbar-1 250 MW di hadapan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Selasa (21/10).

PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menerima kunjungan Vice President Pre-Construction PLN Indonesia Power, Aswindo, di ruang kerja Pendopo Bupati Ketapang, Selasa (21/10).

Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Kalimantan Barat-1 berkapasitas 250 megawatt (MW) di Kecamatan Matan Hilir Selatan.

Proyek strategis nasional hasil kerja sama PLN Indonesia Power dan Danantara Indonesia ini masuk dalam RUPTL 2025–2034, dengan target operasi komersial (COD) pada tahun 2026.

"Saya menyambut baik dan mengapresiasi perkembangan proyek ini. Pembangunan PLTGU Kalbar-1 adalah langkah nyata mewujudkan pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri, terutama dalam menyediakan energi listrik yang stabil, andal, dan berkelanjutan," kata Alex.

Dia menjelaskan, pembangunan PLTGU ini adalah investasi besar yang akan membawa dampak multi-efek bagi Ketapang.

Menurutnya, ini bukan hanya tentang listrik, tetapi juga pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PLN dan pihak-pihak terkait agar seluruh proses teknis, perizinan, serta penataan ruang berjalan sesuai ketentuan.


Alex menegaskan bahwa penyediaan energi listrik merupakan kewenangan PT PLN (Persero), dan Pemerintah Kabupaten Ketapang akan terus memberikan dukungan sesuai porsi dan kewenangan yang dimiliki agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan lancar serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Saya berharap dengan beroperasinya PLTGU Kalbar-1 pada tahun 2026, seluruh wilayah di Kabupaten Ketapang dapat teraliri listrik 100 persen, sehingga tidak ada lagi desa yang tertinggal dari akses energi," harapnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga mengajukan Surat permohonan percepatan program Listrik Desa (Lisdes) kepada PT PLN (Persero), yang ditargetkan mampu mewujudkan rasio desa berlistrik 100 persen pada tahun 2029.
Saat ini masih terdapat 47 desa yang belum sepenuhnya menikmati jaringan listrik PLN, sebagian di antaranya sudah masuk dalam program Lisdes Tahun 2025.

Vice President Pre-Construction PLN Indonesia Power, Aswindo menjelaskan bahwa PLTGU Kalbar-1 akan menjadi tulang punggung pasokan listrik di wilayah Kalimantan Barat, melengkapi sistem transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV) yang menghubungkan jalur Kendawangan – Sukamara – Ketapang.

"Pembangunan pembangkit ini akan menciptakan sistem kelistrikan yang lebih andal dan efisien. Kami berkomitmen menjalankan proyek ini dengan memperhatikan aspek sosial, hukum, dan lingkungan," ungkapnya.

Proyek ini saat ini memasuki tahap penyusunan dokumen perencanaan dan kelayakan, mencakup pembangunan turbin gas dan uap, sistem pendingin, tangki bahan bakar, serta fasilitas pendukung lainnya. (afi)

Editor : Hanif
#pln indonesia power #investasi daerah #Danantara Indonesia #infrastruktur energi #energi berkelanjutan #Matan Hilir Selatan #Alexander Wilyo #ketapang