PONTIANAK POST - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di sebuah bangunan yang digunakan sebagai budidaya sarang walet di Dusun Membuluh II, Desa Seriam, Kecamatan Kendawangan, pada Selasa (28/10) kemarin. Pria yang diketahui bernama Kasmo ini meninggal karena sakit.
Pemilik bangunan yang ditempati oleh korban, Zaka, mengaku korban tinggal seorang diri sejak tiga tahun lalu. "Korban diketahui berawal dari wilayah Trans Cempedak, namun warga setempat tidak mengetahui pasti di mana tempat tinggal sebelumnya," katanya, Kamis (30/10).
Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu, Kepala Dusun Trans Cempedak datang menemuinya untuk meminta bantuan agar dicarikan tempat tinggal bagi korban yang saat itu tidak memiliki tempat tinggal, karena sudah tidak bekerja sebagai penjaga sarang burung walet lagi.
Saat itu, lanjut Zaka, dia menawarkan satu rumah walet kosong di wilayah Membuluh untuk dijadikan tempat tinggal sementara. Korban menerima tawaran tersebut meskipun lokasinya cukup jauh.
Sejak saat itu, korban tinggal di sana dan menetap hampir tiga tahun lamanya.
"Setiap awal bulan saya selalu datang untuk memberikan uang sebagai bentuk bantuan atau gaji guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya, terutama untuk membeli beras," ujarnya.
Diketahui, korban hidup seorang diri tanpa memiliki identitas resmi. Warga juga sudah menyarankan korban untuk melapor ke pihak dusun atau RT/RW setempat.
"Almarhum memiliki riwayat penyakit sesak napas (asma) hingga akhirnya ditemukan telah meninggal dunia di rumah walet tempatnya tinggal," ungkapnya.
Jenazah dievakuasi oleh Tim Kesehatan Puskesmas Kendawangan, Polsek Kendawangan, Airud Kendawangan, TNI AL, Perangkat Desa serta masyarakat Dusun Membuluh II, Desa Seriam. Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Muslim setempat dengan dibantu warga sekitar. (afi)
Editor : Hanif